Kondisi Terkini Halmahera: Longsor dan Banjir Terjang Banyak Desa

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bencana longsor dan banjir menerjang sejumlah lokasi di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Di Kabupaten Halmahera Utara, banjir dan longor menerjang belasan desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara menetapkan status tanggap darurat bencana.

"Bencana banjir dan longsor melanda belasan desa di tiga kecamatan, yakni Kao Barat, Galela Utara dan Loloda Utara, akibat hujan lebat yang terjadi sejak Selasa. Curah hujan tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat hingga meluap dan memicu longsor di sejumlah wilayah," kata Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua di Ternate, Rabu (7/1/2026). Dikutip dari Antara.

Di Kecamatan Kao Barat terdapat beberapa desa yang terdampak banjir, di antaranya Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Tubuolamo. Desa-desa tersebut terendam akibat meluapnya sungai setelah hujan deras berlangsung cukup lama.

Sementara di Kecamatan Galela Utara, banjir melanda Desa Saluta, Tutumaluleo, Togasa, dan Pelita akibat luapan Sungai Pitago. Selain merendam pemukiman warga, bencana tersebut juga mengakibatkan dua jembatan rusak, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan besar.

"Dari bencana ini, di Desa Pelita terdapat satu korban jiwa (belum diketahui nama). Pemerintah daerah turut berbelasungkawa atas duka cita yang dialami keluarga korban," ujarnya.

Di Kecamatan Loloda Utara, banjir mengepung lima desa, yakni Ngajam, Worimoi, Doitia, Asimiro, dan Darume. Namun, upaya penanganan di wilayah tersebut mengalami kendala. BPBD Halmahera Utara kesulitan menembus lokasi bencana akibat kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan genangan air.

"BPBD hanya bisa sampai di Desa Tate dan belum dapat menembus lokasi longsor. Selain itu, koordinasi menuju lokasi juga terkendala cuaca laut yang tidak bersahabat," ujarnya.

Sebagai langkah awal penanggulangan bencana, Pemerintah Daerah telah menyalurkan bantuan stimulan kepada warga terdampak. Selanjutnya, BPBD akan melakukan pendataan menyeluruh guna memastikan jumlah dan kondisi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Banjir di Halmahera Barat

Bencana banjir juga menerjang di Kabupaten Halmahera Barat. Tim SAR menerjunkan tim untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani mengatakan banjir tersebut terjadi di Kecamatan Ibu dan berdampak pada beberapa desa, di antaranya Desa Kampung China dan Desa Tabaru.

Luapan air yang terjadi secara tiba-tiba mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam dan akses jalan terputus. Bahkan, beberapa warga dilaporkan terjebak banjir dan tidak dapat menyelamatkan diri secara mandiri akibat arus air yang cukup deras dan ketinggian air yang terus bertambah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, curah hujan tinggi terjadi sejak Selasa, 6 Januari 2026 hingga Rabu, 7 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Halmahera Barat.

Kondisi ini menyebabkan debit air sungai terus meningkat. Pada Rabu sekitar pukul 07.30 WIT, sejumlah sungai di Kecamatan Ibu meluap. Selain itu, tanggul serta bronjong di beberapa titik dilaporkan jebol, sehingga air dengan cepat menggenangi pemukiman warga.

"Kantor SAR Ternate langsung mengerahkan Tim Rescue ke lokasi kejadian. Tim SAR dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat penanganan dan proses evakuasi korban banjir," kata Iwan.

SRU 1 diberangkatkan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 237 Pandu Dewanata yang bergerak dari Pelabuhan A Yani Ternate menuju Pelabuhan Jailolo. Dalam misi tersebut, tim membawa berbagai peralatan SAR yang dibutuhkan untuk mendukung operasi evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak banjir.

Sementara itu, SRU 2 diberangkatkan melalui jalur darat dengan menggunakan Rescue Car dan truk personel. Tim bergerak menuju Pelabuhan Sidangoli dan selanjutnya melanjutkan perjalanan langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Ibu. Fokus utama SRU 2 adalah melakukan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak di pemukiman yang terendam banjir.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner