Liputan6.com, Jakarta - Ruslandi (35), guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wali kelas. Ruslandi sebelumnya mengunggah video sedang menyuapi siswi ke akun TikTok.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengonfirmasi bahwa penonaktifan ini merupakan langkah awal selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Sementara karena dia wali kelas, sehingga dia tidak difungsikan lagi jadi wali kelas 6," ujar Deden saat memberikan keterangan, Kamis (19/2/2026).
Deden menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak hanya memeriksa Ruslandi dari sisi administrasi kepegawaian, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada murid yang diduga menjadi korban.
Dalam menangani aspek psikologis korban, Disdik berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.
"Mengajarnya sementara masih dalam proses (evaluasi), karena kemarin baru kita melakukan pemeriksaan kepegawaian. Kita juga masih menunggu teman-teman dari DP3A yang sedang turun untuk melakukan pendampingan kepada diduga korban," tambah dia.
Sanksi Menunggu Hasil Investigasi
Terkait potensi sanksi berat atau pemecatan, Deden menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keputusan final. Menurutnya, segala bentuk hukuman harus didasarkan pada hasil investigasi yang menyeluruh.
"Ya, karena statusnya kan kita belum menentukan hukuman seperti apa. Nanti (keputusannya) harus komprehensif," ungkapnya.
Ruslandi Minta Maaf
Sebelumnya, Ruslandi meminta maaf terkait video menyuapi salah seorang siswa di dalam kelas. Dugaan konten child grooming itu mendapatkan kecaman di sosial media.
Ruslandi mengakui kebodohannya, dan menilai bahwa tindakannya mengunggah video bersama siswinya adalah sebuah kesalahan besar.
Dalam klarifikasi itu, Ruslandi secara jujur menyatakan penyesalan mendalam. Ia menyadari bahwa sebagai pendidik, konten yang ia buat tidak memberikan nilai edukasi dan justru memberikan dampak negatif bagi citra profesi keguruan secara luas.
"Sangat menyesal. Dari sisi keguruan, saya sebagai pendidik merasa itu tidak baik, kontennya tidak mendidik. Semuanya jadi terbawa-bawa, mencoreng nama baik guru," ujar Ruslandi, Jumat (6/2/2026).
Dalih Motivasi dan 'Clickbait' yang Salah
Ruslandi sempat menjelaskan bahwa konten tersebut awalnya dimaksudkan sebagai "terapi" untuk meningkatkan rasa percaya diri siswinya yang pemalu.
Meski mengklaim telah mendapat izin dari orang tua siswa, ia mengakui bahwa metode yang digunakannya sangat berisiko dan tidak pantas.
Ia pun tidak menampik bahwa ada unsur pencarian perhatian (clickbait) dalam unggahannya. Namun, ia menyadari bahwa hal tersebut dilakukan tanpa pertimbangan matang mengenai perlindungan anak.
"Mungkin itu salah satu kebodohan saya, ketidaktahuan saya bagaimana bermedia sosial yang baik. Saya asal post saja tanpa edukasi bagaimana membuat konten yang bagus," tambahnya.
Tutup Akun Permanen Akibat Tekanan Mental
Akibat polemik ini, Ruslandi mengaku mengalami tekanan mental hebat setelah dituding sebagai pedofil oleh ribuan warganet.
Atas saran dari pihak sekolah, ia memutuskan untuk menutup akun media sosialnya secara permanen guna meredam kegaduhan.
"Supaya mental saya membaik, sementara ditutup. Bahkan kepala sekolah menyarankan untuk menutupnya selamanya," ungkapnya.
Ruslandi menegaskan bahwa video yang viral tersebut adalah konten terakhirnya dan ia berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.

4 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511031/original/041570700_1771861381-1001030678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511022/original/024161500_1771858649-1000840756.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510703/original/015096700_1771835794-1001029149.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510574/original/034612600_1771832216-Pembangunan_Huntap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510542/original/043524100_1771831597-TNI_Bersih-Bersih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509735/original/046029000_1771749073-290709.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510317/original/047998000_1771824695-1000595824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508796/original/004578600_1771600299-247987.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509814/original/032517000_1771763284-evakuasi_anak_gajah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3462181/original/003369400_1621607679-1c-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506320/original/050064800_1771428165-kecelakaan_maut_malang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3276071/original/013936200_1603437779-word-stop-with-child-s-hand-dark-wall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509532/original/075213900_1771729170-1001026081.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4097223/original/043259400_1658470707-Ilustrasi_narkoba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509155/original/056835400_1771659189-Masjid_Mungsolkanas_Bandung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458908/original/013801200_1767111046-1001574409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5114249/original/021926300_1738231313-1738218749941_arti-kua.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418052/original/003419900_1763573564-longsor_di_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406943/original/047368300_1762652163-DISHUB_PERIKSA_KONDISI_TRUK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409124/original/090705800_1762847004-1001169628.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405402/original/021689900_1762479257-pegiat_lingkungan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413852/original/010084600_1763203332-IMG_8060__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426036/original/098950800_1764250071-Mendagri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418155/original/099953500_1763607580-Tangkapan_Layar_Video_Pelajar_Jatuh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)