Cerita Pemudik Ketinggalan Tas di Rest Area, Isinya Uang Jutaan Rupiah dan USD 20.000

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pemudik Nana Halimi nyaris apes. Tas miliknya berisi uang Rp 7,7 jutaan dan USD 20.000 tertinggal di rest area Rest Area KM 87B Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Lampung Selatan.

Beruntung dia masih bernasib baik. Petugas keamanan yang menemukan tas langsung mengamankan dan mengembalikan setelah Nana kembali mendatangi rest area dan melaporkan kehilangan tas.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.23 WIB. Tas berwarna hitam itu ditemukan petugas keamanan saat melakukan patroli rutin di area masjid Rest Area KM 87B. Tas itu langsung diamankan dan dilaporkan kepada personel bantuan kendali operasi (BKO) yang bertugas di lokasi.

"Setelah ditemukan, tas segera diamankan dan dilaporkan untuk penanganan lebih lanjut oleh tim BKO,” ujar Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) M Alkautsar, Selasa (24/3/2026).

Ada Uang dan hingga Dokumen

Tim BKO kemudian bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan pengamanan serta verifikasi awal terhadap barang tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 15.25 WIB, seorang pria bernama Nana Halimi mendatangi kantor keamanan rest area dan mengajukan klaim kepemilikan tas.

Petugas langsung melakukan proses verifikasi identitas serta mencocokkan isi tas. Hasilnya, tas tersebut dipastikan benar milik yang bersangkutan dan dikembalikan pada yang punya.

Selain uang tunai Rp 7,7 juta serta mata uang asing senilai USD 20.000 atau setara ratusan juta rupiah, terdapat tiga kartu ATM, buku tabungan dengan saldo ratusan juta rupiah, serta sejumlah dokumen penting lainnya dalam tas tersebut.

“Seluruh isi tas dikembalikan dalam kondisi lengkap tanpa ada yang hilang,” ungkapnya.

Puji Kejujuran Petugas Keamanan

Ia menegaskan, tindakan petugas tersebut mencerminkan integritas yang terus ditanamkan perusahaan kepada seluruh personel di lapangan.

Menurutnya, nilai kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme bukan sekadar prosedur kerja, melainkan budaya yang diterapkan dalam operasional sehari-hari.

"Kejadian ini menjadi bukti bahwa kondisi keamanan di wilayah Lampung, khususnya Lampung Selatan sebagai gerbang Pulau Sumatra, tetap aman dan kondusif bagi masyarakat maupun pengguna jalan," tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner