BBM Subsidi Dibatasi, Driver Online Ogah Ambil Orderan Jarak Jauh

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Driver taksi online di Kota Depok menilai pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan mengenai membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk kendaraan pribadi. Salah seorang driver taksi online, Joko mengatakan bakal selektif dalam menerima orderan.

"Nah kami yang driver online ini kan menggunakan kendaraan pribadi, secara tidak langsung turut terkena dampaknya," ujar Joko, Rabu (1/4/2026).

Joko mendapatkan informasi bahwa kendaraan pribadi hanya dapat mengisi BBM sebanyak 50 liter perhari. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan regulasi kembali terkait pembatasan pembelian dan memberikan pengecualian selain kendaraan umum.

“Alangkah baiknya, driver online seperti kami ini turut diperhatikan dan diberikan kelonggaran,” terang Joko.

Apabila kebijakan pembatasan pembelian BBM diberlakukan, Joko harus mencari cara untuk mengirit BBM kendaraan. Salah satunya dengan tidak mengambil sewa jarak jauh dan pembatasan operasional.

“Ya mau bagaimana lagi, paling biar aman dalam pengisian BBM, harus nyari sewa jarak dekat atau menengah,” ucap Joko.

Sementara, salah seorang pemilik rental mobil, Handayani mengaku hanya dapat pasrah dengan kebijakan pembatasan pengisian BBM. Menurutnya, mobil yang kerap disewakan dan kerap digunakan keluar kota membutuhkan BBM yang tidak sedikit.

“Kalau pas mobil rental lepas kunci aman karena ditanggung penyewa, kalau berikut sama sopirnya, mau enggak mau saat kekurangan BBM harus mencari bensin eceran,” kata Handayani.

Handayani tidak dapat berbuat banyak dengan rencana pemerintah melakukan pembatasan pembelian BBM. Namun kebijakan tersebut akan memberatkan kepada pengemudi rental mobil yang kerap membawa penumpang keluar kota.

“Kebijakan ini yang perlu kami siasati walupun tujuan pemerintah itu baik,” tutur Handayani.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai langkah mitigasi dan antisipasi dinamika global. Momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan perubahan perilaku yang lebih efisien, salah satunya dalam mengkonsumsi BBM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman. Kondisi ekonomi terjaga. Meski demikian, perubahan perilaku diperlukan agar masyarakat tetap tenang dan produktif.

Masyarakat diimbau bijak dalam konsumsi BBM, dengan penggunaan wajar setiap hari supaya distribusi tetap adil dan stabil. Untuk memastikan penggunaan BBM secara bijak dan wajar, pemerintah melakukan pengaturan pembelian dengan barcode MyPertamina.

Pengisian per hari dapat dilakukan setiap kendaraan secara wajar hingga 50 liter alias sampai tangki penuh. Pengaturan ini tidak berlaku bagi truk dan angkutan umum.

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif, berpartisipasi aktif, dan mendukung efisiensi dan transformasi budaya kerja ini. Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan. Tetapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, dikutip Rabu (1/4/2026).

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena pemerintah menjamin tercukupinya kebutuhan energi.

“Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” ujarnya.

Pemerintah pun telah memutuskan belum ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.

“Kami menyampaikan bahwa pemerintah, atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, tidak ada penyesuaian harga naik ataupun turun,” ucapnya.

Pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, sambungnya, senantiasa memperhatikan kepentingan rakyat dalam memutuskan kebijakan.

“Presiden selalu memperhatikan kepentingan rakyat di bawah, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” pungkas Bahlil.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner