Viral Warga di Lampung Timur Tambal Jalan Rusak Pakai Cangkang Kerang

7 hours ago 5

Liputan6.com, Lampung Timur - Sebuah video yang memperlihatkan aksi gotong royong warga menambal jalan rusak menggunakan cangkang kerang viral di media sosial. Cara tak biasa itu dilakukan warga Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Apa yang dilakukan warga itu demi membuat jalan lebih aman dilalui, sambil tak lelah menunggu perbaikan dari pemerintah.

Dalam video yang beredar, terlihat warga bersama-sama menurunkan muatan cangkang kerang dari sebuah truk. Limbah tersebut kemudian diratakan untuk menutup jalan berlubang yang masih berupa onderlagh atau lapisan pondasi berbatu.

Alih-alih menunggu jalan diaspal, warga memilih memanfaatkan cangkang kerang yang tersedia melimpah dan bisa diperoleh secara gratis.

Warga Desa Srigading, Lia Esyantri, mengatakan kondisi jalan di wilayahnya masih didominasi batu-batu tajam yang kerap menyebabkan ban sepeda motor bocor.

"Jalan di sini masih onderlagh. Batu-batunya tajam, kalau dilewati motor sering bikin ban bocor. Kalau ditutup pakai kulit kerang lebih aman. Lama-lama kulit kerangnya hancur dan permukaannya jadi lebih halus," ujar Lia, Selasa (7/7/2026).

Menurut Lia, penimbunan jalan menggunakan cangkang kerang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Sedikitnya terdapat 12 dusun yang ruas jalannya dilapisi limbah kerang sebagai solusi sementara untuk menutup lubang-lubang di jalan.

"Sudah sekitar sebulan ini dikerjakan. Ada sekitar 12 dusun yang jalannya dilapisi kulit kerang karena memang banyak yang masih berlubang," sebutnya.

Lia menjelaskan, material cangkang kerang berasal dari warga yang bekerja sebagai buruh pengupas kerang sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya.

"Kulit kerangnya dapat gratis dari warga yang bekerja mengupas kerang. Jadi memang dimanfaatkan untuk menutup jalan," jelasnya.

Pengerjaan dilakukan secara bergiliran melalui budaya gotong royong. Warga berharap upaya tersebut dapat menjadi solusi sementara hingga jalan diperbaiki secara permanen oleh pemerintah daerah.

"Kami gotong royong bergantian. Sambil menunggu pemerintah mengaspal, karena memang ada beberapa jalan yang sudah diaspal, mungkin dilakukan secara bertahap," ucap Lia.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner