Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Batu Busuk Padang, Tanggul Baru Dibuat Jebol Lagi

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Banjir kembali merendam pemukiman warga di Batu Busuk Kecamatan Pauh, Kota Padang Sumatera Barat pada Selasa (30/12/2025) sore. Limpahan air dampak meluapnya sungai di kawasan tersebut.

"Iya sore ini jalur ke Batu Busuk putus kembali, tanggul yang sebelumnya dibuat untuk menahan air jebol karena debit sungai yang naik," kata salah seorang pemuda Pauh, Dian (31) kepada Liputan6.com, Selasa (30/12/2025).

Sejak bencana akhir November lalu, setiap kali hujan deras maka air sungai akan meluap dan langsung memutus akses jalan ke Batu Busuk dan juga merendam pemukiman warga. Hingga saat ini, terhitung sejak bencana pertama terjadi, air telah enam kali masuk ke rumah warga.

Warga juga selalu dihantui ketakutan setiap kali hujan deras turun hingga malam hari. Mereka khawatir kawasan Batu Busuk kembali dilanda bencana. Apalagi sisa-sisa banjir bandang sebelumnya belum tertangani dengan baik.

Titik Cuaca Ekstrem di Padang

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis peringatan dini cuaca buruk di Sumbar, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam.

Kemudian Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, serta Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Bukittinggi.

Selain itu, dampak hujan deras juga berpotensi meluas ke wilayah lain, yakni Kabupaten Sijunjung, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman, serta sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

“Hujan dipicu oleh adanya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara di pesisir barat Sumatera yang memanjang dari Sumatera Utara hingga Lampung, serta aktifnya osilasi Madden–Julian (MJO) pada fase 2 di wilayah Samudera Hindia,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudah Nugraha.

Tanggap Darurat Masih Diberlakukan

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab mengatakan mengatakan saat ini status tanggap darurat masih diberlakukan di sejumlah titik rawan. Alat berat tetap disiagakan untuk pembersihan material serta mendukung proses evakuasi jika dibutuhkan.

“Seluruh mekanisme kedaruratan masih berjalan. Kami tetap siaga dan terus memantau kondisi kerawanan di lapangan,” ujar Ilham.

Ia menjelaskan, di kawasan Batu Busuk juga dilakukan pemantauan. Namun alat berat yang biasanya standby di Batu Busuk saat ini dialihkan ke Pembangunan hunian sementara.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner