Pilu Remaja Disabilitas Diduga Diperkosa di Cagar Alam Panyaweuyan

20 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Nasib malang menimpa E (14), remaja berkebutuhan khusus asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Ia harus menanggung trauma hebat setelah menjadi korban kekerasan seksual di kawasan Cagar Alam Panyaweuyan.

Kini, pihak keluarga mendesak keadilan setelah sempat terjadi upaya mediasi yang dinilai sepihak.

Aksi bejat ini diduga terjadi pada 15 April 2026. Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang lepas dari pengawasan orang tua dengan iming-iming uang lima ribu rupiah.

Paman korban, A (34), menceritakan kecurigaan muncul saat E diantar pulang oleh penjaga kampus dalam kondisi menangis ketakutan.

Setelah diperiksa secara mandiri ke tenaga medis, dugaan kekerasan seksual tersebut semakin kuat.

"Waktu kami lakukan visum pribadi, dokter menyampaikan ada indikasi lecet pada alat kelamin korban. Kami sangat terpukul melihat kondisi keponakan kami yang syok," ujar A, Senin (11/5/2026).

Polemik Mediasi di Kantor Desa

Kekecewaan keluarga semakin memuncak saat mengetahui adanya proses mediasi di Kantor Desa Citepus tak lama setelah kejadian.

Menurut A, mediasi tersebut tidak melibatkan korban maupun pelaku secara langsung di lokasi yang sama, sehingga dianggap tidak adil.

"Saya keberatan karena pelaku tidak ada di TKP (saat mediasi), malah dilakukan di kantor desa. Pihak mereka siap tanggung jawab pengobatan, tapi bagi kami ini adalah masalah hukum serius," tegas A.

Psikologis

Saat ini, kasus tersebut sudah dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi. Pihak kepolisian belum memberikan detail identitas pelaku, namun memastikan bahwa proses hukum terus berjalan beriringan dengan pemulihan mental korban.

Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda Akhmad Fauzie, menyebutkan bahwa timnya tengah melakukan langkah-langkah medis-psikologis.

"Untuk saat ini korban sedang menjalani asesmen psikologis guna mengetahui tingkat trauma yang dialami," kata Ipda Fauzie singkat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner