Liputan6.com, Jakarta - Penangkapan dan penahanan Abi Jamroh (60), pelaku pelecehan seksual santriwati di Jepara Jawa Tengah, mengejutkan banyak pihak. Dia diciduk hanya beberapa hari setelah Ashari, pelaku pencabulan santriwati di Kabupaten Pati ditangkap.
Informasi dihimpun Liputan6.com, korban M (19), merupakan santriwati yang telah belajar di pondok pesantren tersebut selama enam tahun. Mulai dari jenjang Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah.
Selama berguru di sana, korban setidaknya mendapatkan 25 kali pelecehan dengan rentang waktu April hingga Juli 2025. Mirisnya lagi, korban sempat diancam jika menceritakan kejadian asusila itu pada orang lain.
Terbongkar dari Chat Mencurigakan
Terbongkarnya kasus ini saat adiknya yang juga murid pondok pesantren tersebut, mendapati percakapan Whatsapp yang mencurigakan di ponsel korban.
Dalam percakapan itu, berisi kalimat bernada seksual antara korban dan terduga pelaku.
"Dugaan pencabulan dilakukan sekitar 25 kali. Tetapi bisa jadi lebih," ujar Kuasa hukum korban, Erlinawati usai melaporkan perkara ini di Polres Jepara.
Dugaan pencabulan pertama kali dilakukan pelaku AJ pada 27 April 2025 lalu. Kejadiannya bersamaan momen kelulusan kelas 3 Madrasah Aliyah.
Kala itu, korban masih berusia 18 tahun. Tragisnya lagi, tindakan bejat AJ berlanjut hingga 24 Juli 2025. Lokasi kejadian di sebuah gudang tempat produksi air minum dalam kemasan milik pondok pesantren.
"Gudang menjadi tempat melancarkan aksinya. Saat menggauli korban, korban diceritakan kisah-kisah nabi," imbuh Erlinawati.
Setelah itu, pelaku melakukan pengancaman sehingga membuat korban takut dan tak berani menceritakan pada keluarga perihal kejadian pilu yang dialami. Terduga pelaku juga sempat menawarkan penyelesaian damai kepada keluarga korban dengan menjanjikan Rp 5 juta dan dua petak tanah di Desa Sumosari, Kecamatan Batealit. Tawaran itu jelas ditolak keluarga korban dan tetap memilih jalur hukum.
AJ Melaporkan Balik
Merasa terpojok, pihak AJ membela diri. Dia melakukan pelaporan balik.
Tim penasihat hukum AJ, Noor Ali, menyebut kliennya buka suara karena informasi yang disampaikan M maupun kuasa hukumnya tak sesuai dengan fakta. Dia berdalih kliennya juga memiliki sejumlah bukti yang menunjukkan fakta berbeda.
"Klien kami sebenarnya tidak mau menanggapi hal ini (laporan dugaan pelecehan seksual). Namun karena menyangkut nama baik kiai dan pesantren, akhirnya kami menyampaikan fakta ini," ujar Noor Ali.
Dia menambahkan, M memang pernah menimba ilmu di ponpes yang diampu oleh AJ. Namun, M sudah dikeluarkan pada 29 Mei 2025 karena melakukan sejumlah pelanggaran. Hal itu diperkuat dengan surat keterangan dari lembaga ponpes setempat. Surat keterangan diberhentikan dari Ponpes itu pun ditunjukkan Noor Ali, saat mengunjungi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara pada Senin (23/2/2026) lalu.
"Mulai dari tindakan indisipliner hingga aktivitas lainnya yang semestinya tak dilakukan seorang santriwati," ujar Noor Ali.
Penjelasan Polisi Korban
Satreskrim Polres Jepara sangat hati hati mengungkap kasus ini. Setelah mengantongi cukup bukti dan melakukan gelar perkara, AJ akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap santriwati.
”Kami tetapkan yang bersangkutan (AJ) sebagai tersangka pada Jumat 8 Mei 2026. Kami juga langsung membuat surat panggilan pertama sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela.
AJ sudah memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Jepara pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik sebagai tersangka,” terang Wildan kepada wartawan.
AJ datang dengan naik kursi roda dan hadir di ruang PPA Satreskrim Polres Jepara dengan ditemani sejumlah santri dan kuasa hukumnya, Noor Ali.
Menurut Wildan, penyidik PPA Satreskrim Polres Jepara yakin dengan penetapan status tersangka kepada AJ. Sebab pihak polisi sudah mengantongi dua alat bukti lebih yang meyakinkan.
”Kami sudah mengumpulkan dua alat bukti lebih, sehingga kami yakin mentapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” tegas Wildan.

5 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5694149/original/042354700_1778571218-Toko_El_Dura3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5695935/original/053486800_1778573743-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_12.36.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5680391/original/089840300_1778551471-1002025136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5675357/original/041317100_1778543762-1000839980.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672865/original/035182200_1778504715-620419.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/676835/original/Ilustrasi-Pemerkosaan2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672852/original/089245400_1778502958-1001246096.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672766/original/057177600_1778493565-1001245401.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5593435/original/096812000_1778151503-seserahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672693/original/079254600_1778488612-618646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672651/original/071781500_1778488036-1001244799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565335/original/041363800_1777019893-1001193640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672392/original/088703500_1778479164-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_12.36.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672399/original/057200500_1778479599-gunung_dukono_1105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5671610/original/026561100_1778462760-IMG-20260506-WA0122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669132/original/079323500_1778418792-615778.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669107/original/035812700_1778414829-WhatsApp_Image_2026-05-10_at_19.01.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5662313/original/065111900_1778316295-1001237745.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3925370/original/086758200_1644127682-pelecehan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481725/original/076455900_1769144109-buah_menu_mbg_ada_ulat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054281/original/091903900_1734400455-Snapinsta.app_298532642_196822186005884_5156155504984034611_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478870/original/037289600_1768956979-1000521273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470773/original/049400900_1768224294-1001498730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479383/original/084866000_1768976901-Kepala_Disdik_Jawa_Barat_Purwanto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476549/original/066831900_1768790747-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480057/original/036717300_1769013852-tambang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479210/original/048749100_1768970947-135047.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470736/original/067576900_1768218812-Nuriman_Hilang_di_Cabang_Ruan_SAR_Berjuang_Melawan_Arus_dan_Dugaan_Diterkam_Buaya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472139/original/059675600_1768318088-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_21.37.21__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)