Liputan6.com, Yogyakarta - Sunday Morning UGM atau Sunmor menjadi pilihan rekreasi warga Yogyakarta di akhir pekan. Berlokasi di kawasan lembah Universitas Gadjah Mada (UGM), Sunmor memiliki keistimewaan tersendiri karena pengunjung bisa olahraga sambil kulineran dan cuci mata.
Pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB adalah waktu terbaik berkunjung untuk menghindari panas terik. Saat waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB biasanya sudah mulai sepi dan para penjual mulai beres-beres lapak jualannya.
Berjalan menyusuri area Sunmor dari Masjid Kampus hingga lampu merah perempatan, deretan lapak aksesori rambut tampak mencuri perhatian. Berbagai produk seperti bandana, ikat rambut, jedai, hingga sisir ditawarkan dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa.
Terletak di sebelah kiri jalan di atas trotoar, lapak jualan aksesori yang menjual jedai dengan harga Rp3.000 membuat langkah terhenti sejenak. Berjongkok untuk memilih hingga akhirnya tergoda membeli beberapa aksesori.
Memulai Usaha Aksesori Sejak Tahun 2018
Tri Suprapti (49), pemilik lapak aksesori rambut, mengungkapkan bahwa dirinya sudah cukup lama berjualan di Sunmor. Dari berjualan tas hingga aksesori, menjadikan Sunmor sebagai lokasi sumber penghasilan yang terus dijalani hingga saat ini.
"Tapi di Sunmornya udah lama. Ganti-ganti jualannya," kata Tri saat ditemui di lapaknya, Minggu (26/4/2026).
Bincang santai sembari ikut menjaga lapak dan melihat pengunjung yang lalu lalang, Tri menceritakan bahwa ia sudah lama berjualan pernak-pernik di Sunmor, tepatnya pada tahun 2018.
"Cuma kalau yang ini (pernak-pernik) dari 2019, 2018-an," ungkap Tri Suprapti sambil mengingat tahunnya.
Mengingat pandemi Covid-19, Tri Suprapti menceritakan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat karena Covid-19 di Sunmor. Pembatasan ini membuat Tri Suprapti sempat berhenti jualan. Kemudian sekitar tahun 2022, Sunmor kembali buka, namun pada saat itu masih sangat sedikit yang berjualan.
Perjalanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masa Covid-19 tentu tidak mudah. Usaha yang telah dibangun lama harus berhenti sejenak karena Covid-19. Meski tahun 2022 Sunmor UGM sudah mulai dibuka, namun butuh waktu yang tidak sebentar agar kondisi kembali normal.
Berangkat ke Sunmor Sejak Subuh
Rutin berjualan setiap Minggu di Sunmor UGM, Tri Suprapti berangkat dari rumah sekitar pukul setengah enam pagi. Menempuh perjalanan kurang lebih empat kilometer dari kawasan Taman Siswa menuju Universitas Gadjah Mada, ia mengendarai motor sendiri sambil menembus udara subuh yang masih dingin.
Sejuknya angin pagi di Jogja menjadi suntikan semangat untuk Tri Suprapti di hari minggu. Sejak pukul 06.00 WIB Sunmor sudah ramai dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga ibu rumah tangga.
Sesampainya di lokasi, Tri langsung menata berbagai barang dagangannya satu per satu. Ia mengaku, pada awal berjualan jumlah barang yang dibawa masih sedikit dan hanya tersusun dalam dua baris. Namun, seiring waktu, pilihan produk yang dijual semakin bertambah dan lebih beragam.
"Dulu cuman dua baris kayak gitu, jadi nambah-nambah dan bertahap," kata Tri.
Biasanya, sekitar pukul 11 siang Tri Suprapti mulai mengemas barang dagangannya. Saat azan Zuhur berkumandang, ia bersiap untuk pulang setelah selesai berjualan di Sunday Morning UGM.
Tri mengungkapkan bahwa setelah selesai berdagang, ia menitipkan barang jualannya di tempat penitipan barang yang berada di sekitar kawasan Sunmor. Untuk layanan tersebut, ia membayar biaya penitipan sebesar Rp25 ribu.
Barang Bertambah dengan Pinjaman KUR dan Pakai QRIS BRI
Modal awal berjualan pernak-pernik di Sunmor, Tri menggunakan dana pribadi. Pada tahun 2020, Tri Suprapti mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menambah barang jualannya di Sunmor. Dua kali mengambil pinjaman, Tri mengaku pinjaman tersebut sangat membantu, apalagi untuk usahanya.
Pelan tapi pasti, kini barang jualan aksesori Tri sudah memenuhi setengah tempat jualannya yang beralaskan terpal biru. Pilihan yang makin banyak ini menjadi daya tarik tersendiri untuk pembeli.
"Pertama kan coba-coba, 5 juta itu 2 tahun, dan yang kedua 10 juta 3 tahun terus yang terakhir ini 15 juta 3 tahun," jelas Tri Suprapti.
Tri Suprapti juga baru mulai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS dari BRI sebagai metode pembayaran di lapak jualannya pada Februari 2026 lalu. Meski sudah memiliki rencana untuk membuat QRIS sejak tahun sebelumnya, kesibukan membuatnya baru dapat merealisasikan hal tersebut pada Februari lalu.
"BRImo-nya (QRIS BRI) baru 2 bulan ini. Seharusnya udah yang tahun kemarin, cuman waktuku sih nggak bisa ngurus," kata Tri.
Banyak keuntungan yang didapatkan Tri dari berjualan aksesori rambut ini. Selain awet, aksesori rambut bisa menarik perhatian pembeli karena warna atau modelnya yang unik dan lucu.
Pembeli Lebih Suka Pakai QRIS
Era digitalisasi seperti saat ini membuat pembayaran menggunakan QRIS menjadi pilihan yang tepat. Saat ini, hampir seluruh kalangan masyarakat mulai beralih menggunakan metode pembayaran digital karena dinilai lebih praktis dan cepat.
Eka Nuryanti (22), salah satu pembeli aksesori rambut tersebut ungkap jika ia lebih suka menggunakan QRIS karena memudahkan. Tak perlu membawa dompet, pembayaran tetap bisa dilakukan dengan HP.
"QRIS sangat mudah digunakan saat pembayaran apalagi QRIS juga sudah ada di setiap toko," kata Eka.
Mulai dari pedagang kaki lima hingga supermarket sudah menyediakan pembayaran digital. Oleh karenanya, Eka bisa melakukan transaksi menggunakan QRIS tiga sampai empat kali dalam sehari.
"Sangat sering digunakan karena dalam sehari bisa sampai 3-4 kali dan biasanya digunakan saat membeli makanan atau minuman," jelasnya.
Meski terkadang gagal transaksi karena jaringan internet atau trouble dari QRIS-nya, Eka yang merupakan bagian generasi Z mendominasi penggunaan QRIS di Indonesia.
Pengguna BRImo Meningkat, Kini Jadi Andalan
QRIS BRI memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan aplikasi BRImo. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan sistem pembayaran yang didukung oleh BRI, sementara BRImo berfungsi sebagai aplikasi mobile banking yang digunakan untuk memindai (scan) serta memproses transaksi pembayaran melalui QRIS tersebut.
Pengguna BRImo melakukan pembayaran nontunai dengan cara memindai kode QRIS di merchant menggunakan fitur QRIS di aplikasi BRImo.
Melansir dari rilis resmi Bank BRI, pengguna BRImo tembus 47,8 juta atau meningkat 18,6% yoy per Maret 2026. Hal tersebut menjadi bukti bahwa aplikasi BRImo menjadi andalan masyarakat untuk melakukan transaksi digital.
Hal tersebut disampaikan Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Kamis (30/04).
"Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi, sehingga turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan ini," ujar Aquarius Rudianto dilansir Liputan6.com dari rilis resmi Bank BRI pada Sabtu (9/5/2026).
Peningkatan pemanfaatan BRImo sendiri tercermin dari nilai volume transaksi BRImo yang menunjukkan lonjakan signifikan, di mana hingga Triwulan I 2026, nilai volume transaksi BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun, atau meningkat 29,4% secara year-on-year (yoy) dibandingkan posisi Maret 2025.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5662313/original/065111900_1778316295-1001237745.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5662306/original/069204800_1778315691-IMG-20260509-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5644004/original/033633400_1778250972-takoyaki__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5645022/original/084168600_1778252855-by_rita__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5662288/original/068635600_1778313194-Wallace_Wiley_raih_doktor_kehormatan_honoris_causa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5661828/original/014522100_1778305637-1001238299.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5658716/original/022551100_1778287545-IMG-20260508-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5656642/original/085375700_1778281598-1001236440.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5633409/original/089597100_1778233120-IMG-20260508-WA0056.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5639319/original/055935300_1778243057-IMG-20260507-WA0102.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5639904/original/057571400_1778243845-gempa_keerom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5639651/original/050121100_1778243507-1001235616.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5635217/original/022875900_1778236122-1000760824.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5634082/original/073192300_1778234202-1001150488.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5632700/original/050817200_1778231994-IMG-20260508-WA0060.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/716692/original/video-mesum-140804.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5626236/original/081455600_1778221033-gunung_dukono_0805.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481725/original/076455900_1769144109-buah_menu_mbg_ada_ulat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054281/original/091903900_1734400455-Snapinsta.app_298532642_196822186005884_5156155504984034611_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478870/original/037289600_1768956979-1000521273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470773/original/049400900_1768224294-1001498730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479383/original/084866000_1768976901-Kepala_Disdik_Jawa_Barat_Purwanto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476549/original/066831900_1768790747-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480057/original/036717300_1769013852-tambang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479210/original/048749100_1768970947-135047.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470736/original/067576900_1768218812-Nuriman_Hilang_di_Cabang_Ruan_SAR_Berjuang_Melawan_Arus_dan_Dugaan_Diterkam_Buaya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472139/original/059675600_1768318088-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_21.37.21__1_.jpeg)