Warga Cium Aroma Minyak Tanah dari Air PDAM, Imbas Sungai Cisadane Diduga Tercemar Pestisida

3 weeks ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Warga Tangerang mulai merasakan dampak tercemarnya air baku PDAM yang berasal dari Sungai Cisadane Sejak Selasa (10/2/2026) pagi. Air sungai yang membelah kawasan pusat Kota Tangerang ini tercemar cairan kimia pestisida akibat terbakarnya gudang penyimpanan di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti yang dialami Nur Azizah (55), ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dia mengaku mencium aroma seperti minyak tanah dari kamar mandinya. Ternyata aroma tersebut berasal dari air bersih yang keluar dari aliran PDAM.

"Kaya minyak tanah aromanya, makanya saya enggak berani pakai. Pas lihat di berita, ternyata katanya karena kebakaran gudang pestisida, ya sudah kami enggak berani pakai, apalagi buat masak," kata Nur Azizah kepada wartawan.

Di grup WhatsApp, warga pun diimbau agar tidak mengolah terlebih dulu air PDAM, apalagi menggunakannya untuk memasak, hingga dua hari ke depan. Alternatifnya, Nur Azizah memilih untuk meminta air tanah dari tetangganya untuk keperluan memasak.

"Minta air tanah dari tetangga, itu yang terdekat," lanjutnya.

Seperti diketahui, kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Tangsel, ternyata berdampak luas bagi masyarakat. Pasalnya, cairan pestisida yang mengalir mencemari Kali Jalantreng, juga mencemari Sungai Cisadane sebagai air baku PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, Hendry Pratama Syahputra menuturkan, berdasarkan hasil alat pemantau Indeks Kualitas Air (IKA) yang dimiliki DLH, hasilnya masih dalam tahap normal.

"Namun khusus untuk yang sumber pencemar pestisidanya ini, kita perlu uji kembali ke laboratorium. Tadi sih kita udah minta ke lab untuk membawa hasil sampel airnya, 2 sampai 5 hari baru kelihatan hasilnya untuk pencemaran jenis bahan kimianya atau adakah kandungan pestisidanya,"kata Hendry.

Hendry pun mengimbau, agar warga tidak menggunakan secara langsung air dari Sungai Cisadane. Bukan saja dikonsumsi, melainkan apapun dari sungai tersebut.

"Kalau untuk air sungainya langsung, memang kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak dulu ya baik ikannya, mengonsumsi ikan yang dari sungai, baik yang kemarin maupun yang sekarang, maupun beberapa hari ke depan, termasuk kemanfaatan airnya sendiri. Ada yang masih mencuci, buat kebutuhan yang lain, ada (berburu) cacing sungai, ada yang masyarakat Karawaci yang menggunakannya buat cacing, juga itu sama kita iimbau sih untuk sementara waktu ke depan, tidak digunakan dulu," tuturnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner