Viral Warga Lampung Timur Temukan Jejak Diduga Harimau Sumatera, Ini Penjelasan BKSDA

19 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, dibuat geger oleh temuan jejak kaki yang diduga Harimau Sumatera di area tidak jauh dari permukiman, Kamis (8/1/2026).

Peristiwa itu bahkan viral di media sosial setelah beredar video dan kesaksian warga yang mengaku melihat langsung satwa buas tersebut.

Kepala Desa Sribhawono Buih Wisnu Prabowo, membenarkan adanya laporan dari salah seorang warga bernama Pujiono. Warga tersebut mengaku berhadapan langsung dengan satwa liar saat hendak menuju ladang sekitar pukul 09.00 WIB.

“Warga kami ketakutan dan langsung naik ke pohon karena melihat dua ekor satwa, satu dewasa dan satu anaknya,” kata Buih Wisnu, Jumat (9/1/2026).

Menurut Wisnu, jarak warga dengan satwa yang diduga harimau itu sekitar 30 meter. Karena takut diserang, warga tersebut bertahan di atas pohon selama beberapa jam hingga kondisi dinilai aman sebelum melapor ke aparat desa.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung melakukan analisis awal terhadap temuan jejak kaki di Desa Sribhawono.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Pertama KSDA Wilayah III Lampung, Irhamuddin menjelaskan bahwa hasil kajian sementara menunjukkan jejak kaki tersebut tidak mengarah pada Harimau Sumatera.

“Berdasarkan karakteristik ukuran, bentuk bantalan kaki, dan pola tapak, jejak tersebut lebih menyerupai jejak anjing. Jika pun berasal dari satwa golongan kucing liar, kemungkinan besar adalah macan dahan atau kucing emas, bukan Harimau Sumatera,” ujar Irhamuddin dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (9/1).

Ia menambahkan, hingga kini belum pernah ada laporan resmi terkait keberadaan Harimau Sumatera di wilayah tersebut.

Selain itu, tidak ditemukan koridor satwa yang menghubungkan lokasi temuan jejak dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Meski demikian, Irhamuddin menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat sementara dan akan diperkuat melalui pengamatan lanjutan serta pengumpulan data pendukung di lapangan.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan berlebihan yang justru berpotensi membahayakan diri sendiri maupun satwa liar.

“Macan dahan Sumatera bukan satwa yang agresif atau menyerang manusia. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang memicu kepanikan,” tegasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner