Tanggul Sungai Tuntang Jebol Picu Banjir di Demak, Begini Dampaknya

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak dipicu jebolnya tanggul sungai Tuntang. Dampaknya, 2.839 jiwa dari sembilan desa mengungsi ke tempat yang aman.

"Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono. Dikutip dari Antara, Sabtu (4/4/2026).

Pemerintah setempat bersama relawan terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap para pengungsi, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik, kesehatan, dan tempat tinggal sementara.

Hingga kini, kondisi para pengungsi masih dalam pemantauan, sementara upaya penanganan bencana terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga terdampak.

Terkait tanggul jebol, kata dia, hasil pendataan tercatat ada enam lokasi, yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran.

Tanggul jebol dan terjadi limpasan air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) pagi, sehingga mengakibatkan rumah warga tergenang banjir.

Daerah terdampak banjir meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).

Kondisi terkini, terdapat sembilan desa di empat kecamatan yang terdampak banjir dengan ketinggian genangan bervariasi. Ada pula genangan setinggi 100-140 sentimeter (Cm).

"Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya," ujarnya.

Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pendataan serta evakuasi warga yang dimungkinkan masih ada yang belum mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain koordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam, asesmen wilayah terdampak, distribusi karung zak untuk penanganan darurat tanggul, penyediaan lokasi pengungsian di beberapa titik, seperti balai desa dan kantor kecamatan.

Selain itu, upaya lanjutan yang dilakukan meliputi monitoring wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner