Menu MBG Bulan Ramadan di Batam Jadi Sorotan: Jagung Sepotong, Biskuit dan Kurma

20 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menu makan bergizi gratis (MBG) pada bulan Ramadan di Kota Batam menjadi sorotan sejumlah wali murid, salah satunya Rasyid, pengajar di SD IT Elyasin, Lubuk Baja. Ia mengaku prihatin melihat menu MBG yang diterima para siswa berupa jagung sepotong, satu biskuit dan tiga kurma.

“Untuk Bapak Prabowo Subianto tengok ini, MBG di bulan puasa, biskuit satu, jagung sepotong, sama kurma tiga butir. Itu di porsi kecil,” ujar Rasyid, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, pembagian dilakukan dalam dua kategori, yakni porsi kecil dan porsi besar. Namun, perbedaannya dinilai sangat tipis. Pada porsi besar, menu yang diberikan disebut hanya ditambah satu keping biskuit.

“Cuma tambah satu keping biskuit jadi dua biskuit, tiga kurma, satu potong jagung. Ini di SD IT Elyasin,” katanya sembari menunjukkan video pembagian MBG di sekolahnya.

Rasyid menilai, jika memang anggaran terbatas, frekuensi pembagian tidak harus dilakukan setiap hari. Dia menyarankan agar kualitas dan kelayakan gizi lebih diutamakan.

“Lebih baik seminggu sekali tapi layak, daripada setiap hari tapi nilainya tidak sampai Rp10 ribu per porsi,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rosmina, salah seorang wali murid. Ia mengaku kecewa setelah anaknya menerima menu MBG pada hari pertama masuk sekolah.

“Pertama masuk sekolah dapat MBG, enggak masuk akal,” katanya. Ia bahkan mengunggah keluhan tersebut di media sosial.

Pada hari kedua, Selasa (24/2), menu yang dibagikan berubah menjadi satu potong bolu, satu kotak susu kecil dan satu butir telur. Namun menurut Rosmina, komposisi tersebut tetap belum mencerminkan program makan bergizi seperti yang dijanjikan.

Wali murid lainnya, Sri Wahyuni, juga mempertanyakan nilai satuan menu yang diterima anaknya. Ia memperkirakan harga satu butir telur rebus sekitar Rp 2.500, roti bulat sekitar Rp 2.000, serta agar atau puding jajanan pasar sekitar Rp 2.000.

“Kalau dihitung-hitung, totalnya mungkin sekitar Rp6.000. Rasanya tidak sampai Rp 10.000 per porsi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Koordinator SPPG Wilayah Batam, Defri Frenaldi, menyatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada penyelenggara setempat untuk segera melakukan evaluasi.

“Untuk sementara SPPG-nya sudah kita berikan teguran agar dievaluasi. Selanjutnya kita laporkan ke deputi pemantauan dan pengawasan untuk menunggu arahan pimpinan,” kata Defri saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (24/2/2026) sore.

Hingga kini, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG Ramadan di Batam masih menunggu arahan lebih lanjut. Para wali murid berharap program yang digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi siswa itu benar-benar dijalankan sesuai standar, baik dari sisi kualitas maupun transparansi anggaran.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner