Mendagri Tito Kenang Meriyati Hoegeng Inspirasi untuk Bhayangkari

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Mendagri Tito Karnavian mengenang Meriyati Roesli Hoegeng sebagai tokoh yang memberikan inspirasi dan panutan bagi anggota Polri maupun Bhayangkari.

"Kita tahu bahwa Bapak Hoegeng, almarhum, adalah tokoh yang selalu menginspirasi kami generasi muda, tokoh panutan kami. Almarhumah Ibu Meriyati Hoegeng selalu panutan dari bukan hanya bapak-bapaknya, tapi juga ibu-ibu ini, ibu-ibu Bhayangkari," kata Tito di rumah duka, Kota Depok, Selasa (3/2/2026).

Meninggalnya Meriyati Hoegeng menjadi duka mendalam untuk Tito. Dia turut memberikan doa yang terbaik kepada Meriyanti.

"Jadi kami semua turut berduka dan mendoakan semoga almarhumah diampuni segala dosa-dosa selama di dunia, mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, dan Insha Allah kelak dimasukkan ke dalam surganya," terang Tito.

Terlihat sejumlah mantan pejabat Polri, seperti Timur Pradopo mendatangi rumah duka Meriyati Hoegeng di Perumahan Pesona Khayangan Depok.

Tito datang sekitar pukul 18.30 WIB. Terlihat dia masih menggunakan pakaian dinas Menteri Dalam Negeri. Tito terlihat memasuki rumah duka sekira 20 menit dan tidak lama kemudian keluar dari rumah duka.

"Saya sebenarnya baru tiba dari Aceh dalam kaitan dengan penanganan bencana. Tapi begitu mendengar kabar, begitu mendarat tadi kita langsung ke sini, ke rumah duka. Tadinya mau ke Rumah Sakit Kramat Jati, tapi jenazah udah dibawa ke sini," terang Tito.

Liputan6.com turut melihat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah, mendatangi rumah duka Meriyati Hogeng. Selain itu, terdapat politikus PDI Perjuangan Panda Nababan.

Sebelumnya, Jenazah Meriyati Roeslani Hoegeng tiba di rumah duka sekira pukul 16.10 WIB. Setibanya di lokasi, jenazah langsung diturunkan dari mobil jenazah milik Polri dan dibawa masuk ke dalam rumah.

Sejumlah pejabat kepolisian tampak membantu prosesi tersebut. Anak almarhumah, Aditya S Hoegeng, terlihat mendampingi jenazah ibundanya hingga ke dalam rumah duka.

Aditya mengatakan, ibunya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Selasa siang.

"Meninggal pukul 13.20 WIB di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ujar Aditya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, Meriyati sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun. Perawatan pertama dilakukan pada Oktober 2025 selama sekitar satu minggu.

“Jadi, satu minggu pertama itu di pertengahan Oktober, lalu sudah dinyatakan boleh pulang, tapi dua hari di rumah ibu sudah tidak mau makan, jadi kita kesulitan,” jelas Aditya.

Melihat kondisi kesehatan ibunya yang telah berusia 100 tahun terus menurun, keluarga kembali membawa Meriyati ke rumah sakit untuk perawatan kedua sejak 26 Januari 2026 hingga hari wafatnya.

“Jadi, akhirnya kita bawa lagi ibu ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya dari tanggal 26 sampai hari ini kondisinya terus menurun,” ucapnya.

Aditya mengatakan, jenazah ibunya akan dimakamkan di TPBU Giri Tama Tonjong, Kabupaten Bogor, di lokasi yang berdekatan dengan makam ayahnya, Hoegeng Iman Santoso, sesuai dengan wasiat almarhum.

“Kenapa Bapak tidak mau dimakamkan di makam pahlawan, kesan Bapak adalah kalau saya di makam pahlawan, ibumu tidak bisa ada di sebelah saya, karena jatahnya kan cuma untuk almarhum,” tutur Aditya.

“Atas wasiat dan permintaan orang tua kami, ibu akan dimakamkan di Tonjong,” imbuhnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner