Ini Lokasi Penemuan Jasad Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang Gunung Lawu

3 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mengungkapkan jasad pendaki Yazid Ahmad Firdaus ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mongkrang, Gunung Lawu. Lokasinya tidak sembarangan, berada di jalur ekstrem.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno menjelaskan, jasad korban ditemukan di lokasi yang cukup sulit dijangkau. Medan di sekitar sungai tersebut dikenal terjal, licin dan memiliki tingkat risiko tinggi bagi tim pencari.

"Jalurnya memang ekstrem, di aliran sungai. Jadi butuh kehati-hatian,” kata Hendro kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Tim relawan gabungan berhasil menemukan jenazah Yazid tadi pagi pukul 08.45 WIB.

Hendro menjelaskan, lokasi penemuan korban memang menjadi salah satu tantangan utama selama proses pencarian. Tim relawan gabungan harus menyusuri jalur pendakian, lembah, hingga aliran sungai untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat.

"Korban kita Temukan dalam kondisi masih relatif utuh. Identitas pribadi, sepatu dan kaos kaki, juga ditemukan di sekitar lokasi. Sehingga proses identifikasi lebih mudah sebelum dilakukan evakuasi," terangnya.

Usai ditemukan, lanjut Hendro, pihaknya segera menghubungi tim yang berada di pos atas untuk memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.

"Masih dilakukan proses evakuasi oleh tim SAR dan BPBD dari lokasi penemuan menuju titik bawah. Kami lakukan secara bertahap mengingat medan yang sulit," terangnya.

Yasid, warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar hilang saat mendaki Gunung Lawu melalui jalur Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu. Yasid dinyatakan hilang setelah mendaki gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu sejak Minggu 18 Januari 2026.

Operasi pencarian yang dilakukan dengan melibatkan tim SAR selama 14 hari, namun tidak membuahkan hasil. Pencarian korban pun akhirnya dihentikan.

Faktor cuaca menjadi salah satu penghambat proses pencarian. Angin kencang menghambat penggunaan drone dalam pencarian.

"Dron beberapa kali batal terbang karena faktor angin. Angin di atas sangat kencang dan tidak stabil," ungkap Koordinator SAR Pos Mongkrang, Yohan Tri Anggoro.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner