Gunung Anak Krakatau Bergejolak, Begini Kondisi Pelayaran Selat Sunda

11 hours ago 5

Liputan6.com, Lampung - Peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga) memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pelayaran di Selat Sunda, khususnya penyeberangan Merak-Bakauheni.

Meski demikian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni memastikan, layanan penyeberangan hingga Senin (6/7/2026), masih berlangsung aman dan normal.

Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno mengatakan, aktivitas kapal dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak maupun sebaliknya belum terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Untuk saat ini jalur penyeberangan Bakauheni-Merak masih aman. Operasional kapal berjalan normal dan masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap kami imbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah," ujar Suratno, Senin (6/7/2026).

Dia menjelaskan, hingga siang hari sebanyak 28 kapal masih melayani penyeberangan melalui tujuh dermaga yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni.

"Pergerakan kapal masih normal. Sampai siang ini ada 28 kapal yang beroperasi dan tujuh dermaga melayani penyeberangan," katanya.

Suratno menegaskan, KSOP terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan melalui wilayah kerja KSOP di Pulau Sebesi serta mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menurutnya, setiap perkembangan aktivitas gunung api menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah keselamatan pelayaran di Selat Sunda.

"Kami terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain pemantauan melalui wilayah kerja di Pulau Sebesi, kami juga mengikuti informasi resmi dari Kementerian ESDM melalui PVMBG sebagai dasar pengambilan langkah-langkah keselamatan pelayaran," bebernya.

Meski kondisi penyeberangan masih kondusif, KSOP telah mengeluarkan pengumuman kewaspadaan kepada seluruh operator kapal dan nakhoda yang melintas di perairan Selat Sunda.

Dalam imbauan tersebut, para nakhoda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan, lontaran material vulkanik, sebaran abu vulkanik, hingga kemungkinan gangguan terhadap navigasi kapal.

KSOP juga menegaskan seluruh kapal dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG demi menjaga keselamatan pelayaran.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner