Genjot Pariwisata Saat Libur Lebaran di Tengah Pro-Kontra Larangan Study Tour

1 day ago 9

Jakarta -

Sikap Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan terkait larangan melaksanakan study tour bagi sekolah-sekolah di kawasannya menambah daftar panjang daerah-daerah yang melakukan kebijakan serupa. Keluhan masyarakat terkait biaya yang terlalu tinggi menjadi alasan mengapa Gubernur Helmi melakukan hal tersebut.

"Study tour dan perpisahan di Provinsi Bengkulu memang kita larang karena kegiatan seperti itu menimbulkan biaya dan biaya itu kemudian dibebankan pada orangtua wali murid," kata Gubernur Helmi, Jumat (28/3/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal larangan ini, Jawa Barat menjadi daerah pertama yang tegas menolak program study tour yang dilakukan berbagai sekolah di wilayahnya. Masyarakat pun menyambut baik adanya aturan baru soal larangan study tour atau karya wisata. Aturan ini mula-mula ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai dirinya mengikuti pelantikan kepala daerah di kawasan Monas pada Kamis (20/2) lalu.

Setelah resmi dilantik hari ini Kamis (20/2/2025), Dedi langsung menonaktifkan Kepala SMAN 6 Depok. Hal ini menyusul pelanggaran yang dilakukan Kepsek tersebut dengan mengadakan kegiatan study tour keluar provinsi yang sudah dilarang berdasarkan surat edaran gubernur.

Beriringan dengan ini, ia berupaya untuk membenahi aturan soal study tour. Ia juga akan mengatasi soal pungutan liar yang dilakukan sekolah-sekolah dengan kedok karya wisata.

"Nah, ini salah satu bagian yang akan kita benahi. Dan hari ini juga sudah diperintahkan inspektur untuk memeriksa sekolah itu ada pungutan-pungutan di luar ketentuan atau tidak," kata Dedi dikutip dari detikHealth, Kamis (20/2).

"Ini kinerja saya pertama ingin membenahi manajemen di kependidikan di Provinsi Jawa Barat, karena kan isu PIP (Program Indonesia Pintar), pungutan, study tour, itu isu yang begitu meresahkan masyarakat di Jawa Barat," lanjutnya.

Hal serupa akhirnya diikuti oleh daerah lain. Gubernur Banten Andra Soni menyebut jika dirinya akan melarang sekolah-sekolah di Banten untuk melakukan study tour keluar wilayahnya.

"Tujuan pendidikan, kalau wisata, jadi beda tujuan. Saya tidak melarang wisata secara personal (tanpa melibatkan sekolah), tetapi saya melarang study tour ke luar daerah," ucap Andra Soni di Gedung Negara, Kota Serang, Jumat (21/3/2025).

Soal pelarangan ini, Pemerintah Pusat telah mengambil langkah lebih lanjut. Mengutip detikNews, Wakil Menteri Ni Luh Puspa berharap jika kebijakan tersebut nantinya dapat menggerakkan sektor pariwisata di daerah.

"Saya juga sudah mendengar itu, kita berupaya berkomunikasi dengan Pemda terkait larangan itu, tapi yang jelas mudah-mudahan juga itu bisa menggerakkan wisata di wilayah itu, jadi nggak keluar di sana jadi mudah-mudahan masyarakat ya berwisata di daerah itu saja," kata Puspa saat ditemui di Pelabuhan Merak, Kamis (20/3/2025).

Berbeda dengan puspa, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani menyebut jika pelarangan ini salah kaprah. Ia melihat jika yang dipermasalahkan adalah biaya, maka solusinya haruslah evaluasi operator wisata. Demikian juga bila banyaknya kecelakaan bus study tour, maka perlu adanya regulasi yang jelas tentang sistem transportasi.

Hal ini disebutkan menyusul sejumlah wilayah di Indonesia memberikan kebijakan pelarangan karyawisata alias study tour. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya merugikan industri pariwisata.

"Kalau yang salah itu dipandang adalah operator transportasi daratnya yang yang dipenalti, bukannya program study tour yang dipermasalahkan," ujar Hariyadi, dikutip dari detikTravel.

Tidak setuju dengan kebijakan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu'ti pun angkat bicara. Ia juga menyoroti soal banyaknya kasus kecelakaan yang dialami beberapa bus study tour pada 2024 lalu. Terkait hal ini, ia mendorong agar sekolah juga tidak lepas tangan soal kualitas keamanan transportasi selama study tour dilakukan.

"Dalam menentukan mitra dalam study tour, tolonglah dipastikan betul. Terutama menyangkut mitra transportasinya karena banyak kecelakaan terjadi itu karena mungkin sekolah itu tidak menyewa atau bermitra dengan lembaga-lembaga atau organisasi transportasi yang berkualitas," kata Mu'ti.

Lalu bagaimana tindak lanjut soal regulasi ini? Ikuti diskusinya dalam Editorial Review bersama Redaktur detiktravel.

Dalam masa libur panjang ini, detikSore akan mengulas beberapa tempat wisata pilihan di kawasan Jawa Timur. Tim liputan detikJatim akan mengajak detikers semua berjalan-jalan ke obyek wisata bersejarah seperti Benteng Pendem hingga wisata pantai pasir putih di Situbondo.

Ikuti juga penelusuran jurnalis detikcom mengunjungi obyek wisata tersembunyi di Bandung. Benarkah ada cara praktis menikmati Kota Kembang dalam waktu singkat? Ikuti penelusurannya.

Sementara itu untuk menutup edisi kali ini, detikSore akan menghadirkan tokoh-tokoh yang mengembangankan olahraga slow pitch di Indonesia. Seperti diketahui, slow pitch menjadi olahraga yang tengah naik daun belakangan ini. Banyaknya jumlah pemain dan terbatasnya tempat berlatih membuat olahraga sejenis softball ini sulit berkembang. Lalu sejak kapan slow pitch mulai diminati? Apa uniknya olahraga ini? Ikuti obrolannya dalam Sunsetalk.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/vys)

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner