Duka Bocah Sukabumi, Ketika Mimpi Jadi Kiai Ikut Terkubur Bersama Jasadnya Usai Disiksa Ibu Tiri

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Cita-cita mulia itu terkubur bersama kepergian NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Bocah yang dikenal sebagai santri tekun ini meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka bakar, membawa serta mimpinya untuk menjadi seorang ulama.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang keinginan terbesar putra sulungnya tersebut.

NS, yang baru saja pulang dari pondok pesantren untuk menyambut bulan suci Ramadan, memiliki harapan besar untuk mengabdi pada agama sebagai seorang kiai.

"Anak saya cita-citanya ingin jadi kiai, itu yang membuat saya sangat sakit. Sampai kemarin saat saya pulang dari Sukabumi, saya kasih uang 50 ribu untuk bekal di pesantren, dia sangat senang," ungkap Anwar dengan nada bergetar saat ditemui di RS Bhayangkara Setukpa Polri, Jumat (20/2/2026).

Pengakuan Memilukan di Detik Terakhir

Kematian NS menyisakan kecurigaan besar setelah ditemukan luka melepuh di sekujur tubuhnya, mulai dari dada hingga kaki.

Sebelum mengembuskan nafas terakhir di RSUD Jampang Kulon, korban sempat mengungkap tindakan keji yang dialaminya kepada sang ayah dan kakek angkatnya, Isep.

Berdasarkan pengakuan jujur NS saat kondisi kritis di IGD, ia mengaku mengalami penyiksaan oleh ibu tirinya dengan cara dipaksa meminum air panas.

Hal ini diperkuat oleh kesaksian Haji Isep yang menyebutkan bahwa korban secara terang-terangan menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku.

"Dia bilang itu sama mama (ibu tiri). Ada bukti videonya, itu ucapan almarhum sendiri," tambahnya.

Penjelasan Forensik Terkait Luka Bakar

Kepala RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Kombes Pol dr. Carles Siagian, memberikan penjelasan mendalam terkait kondisi fisik korban berdasarkan hasil autopsi.

Tim forensik mengkonfirmasi adanya jejak kekerasan benda panas yang tersebar di titik-titik vital tubuh bocah malang tersebut.

"Ditemukan luka bakar di lengan, kaki, dan punggung. Selain itu, ada luka bakar di area bibir dan hidung. Paru-parunya ditemukan sedikit membengkak, dan kami telah mengirim sampel organ ke Jakarta untuk memastikan apakah ada zat berbahaya di dalam tubuh korban," jelas dr. Carles secara rinci.

Temuan luka di area bibir dan hidung ini memperkuat dugaan adanya paksaan saat korban mengonsumsi cairan panas, sebagaimana pengakuan yang sempat diucapkan NS sebelum wafat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner