Banjir Sebabkan Ribuan Hektare Padi di Jepara Puso, Petani Rugi Rp 25,2 Miliar

5 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Bencana banjir yang melanda di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sejak pertengahan Januari 2026 lalu, mengakibatkan ribuan hektaree sawah gagal panen atau puso. Nilai kerugian akibat bencana ini mencapai sekitar Rp 25,2 miliar.

Mirisnya lagi, dari total sawah siap panen seluas 3.921 hektaree ternyata seluruhnya tidak tercover asuransi pertanian. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara mencatat, kerusakan 3.861 hektaree sawah telah terdata.

"Dengan perincian 2.807 hektaree dinyatakan puso, sementara 1.054 hektaree lainnya dinyatakan selamat," ujar Kepala DKPP Kabupaten Jepara Mudhofir, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data hingga 21 Januari 2026, total lahan sawah terdampak banjir mencapai 3.921 hektaree. Dari jumlah tersebut, 3.861 hektaree telah terdata.

Mudhofir menyebut, wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah berada di Kecamatan Kalinyamatan. Luas sawah rusak mencapai 742 hektaree.

Selanjutnya disusul di Kecamatan Welahan 653 hektare, Pecangaan 350 hektare, Kedung 286 hektare, Keling 234 hektare dan Kecamatan Mayong 147 hektare.

Sedangkan di kecamatan lain yang turut terdampak, yakni Donorojo 115 hektare, Bangsri 85 hektare, Mlonggo 65 hektare serta Tahunan 39,5 hektare. Selanjutnya di Jepara 33 hektare, Kembang 30 hektare, Nalumsari 27 hektare serta Batealit 1 hektare.

“Kerusakan (sawah siap panen akibat banjir) hampir merata di seluruh kecamatan di Jepara,” ungkap Mudhofir.

Mudhofir menambahkan, juga terdapat sekitar 70 hektare tanaman padi yang tidak dapat dimasukkan dalam data puso. Alasannya, karena lahan itu berada di area pinggiran sungai atau lambiran, yang status tanahnya bukan hak milik.

“Lahan ini tidak ada tupinya dan penerima bantuannya tidak jelas, sehingga tidak bisa kita klaimkan sebagai data puso,” terang Mudhofir.

Menurut Mudhofir, mayoritas tanaman padi yang terendam banjir berusia sekitar satu bulan. Karena itu, petani dipastikan mengalami kerugian total.

Pihak DKPP Jepara memperkirakan nilai kerugian akibat bencana ini mencapai sekitar Rp 25,2 miliar. Tragisnya lagi, seluruh lahan sawah tidak tercover asuransi ppertanian

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner