Amankah Jika Berkunjung ke Bangkok Usai Gempa Terjadi?

1 day ago 8

Jakarta -

Bencana gempa besar melanda Myanmar beberapa waktu lalu, imbasnya juga terasa hingga ke Bangkok, Thailand. Apakah berkunjung ke Bangkok aman?

Sebuah gempa bumi dahsyat dengan kekuatan 7,7 skala Richter terjadi tanpa peringatan menyebabkan kehancuran yang luar biasa. Bahkan, beberapa wilayah di Thailand merasakan getaran gempa ini, termasuk ibu kota Bangkok yang turut mengalami kerusakan parah.

Gedung pencakar langit runtuh, kolam renang hotel meledak, dan banyak korban berhasil diselamatkan dari bawah reruntuhan. Meskipun kejadian ini terdengar seperti adegan dalam film bencana, sayangnya itu adalah kenyataan yang mengguncang kehidupan banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Bangkok Aman Dikunjungi Setelah Gempa?

Melansir Time Out, Rabu (2/4/2025) Bangkok memang jarang terdampak gempa, sehingga gempa pada Maret 2025 ini cukup mengejutkan baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Letak Bangkok yang jauh dari episentrum gempa di Myanmar membuatnya relatif aman.

Meskipun begitu, gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa minggu ke depan, tetapi biasanya dengan kekuatan yang lebih rendah. Jika gempa susulan datang ke Thailand, besar kemungkinan kerusakannya tidak akan seburuk gempa utama.

Selain itu, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk Bangkok atau wilayah Thailand lainnya. Meski tidak ada yang bisa memprediksi kejadian seperti ini, traveler tetap bisa merasa tenang, karena gempa utama sudah berlalu.

Namun, jika traveler lebih merasa nyaman menunggu beberapa minggu untuk memastikan situasi stabil, traveler bisa memilih destinasi lain di sekitar kawasan ini untuk liburan.

Bagaimana dengan Transportasi dan Penutupan Jalan di Bangkok?

Setelah gempa terjadi, layanan BTS Skytrain di Bangkok sempat dihentikan sementara, begitu juga dengan beberapa jalan yang ditutup yang menyebabkan kemacetan. Tapi sekarang, semua layanan sudah kembali normal dan perjalanan di Bangkok seharusnya tidak lagi menjadi masalah.

Kendati demikian, kawasan Chatuchak yang menjadi lokasi runtuhnya sebuah gedung, masih dalam proses perbaikan. Beberapa toko dan mal di sekitar kawasan tersebut tetap buka.

Ilustrasi wisata BangkokIlustrasi wisata Bangkok. (Getty Images/sonatali)

Jika traveler memiliki kulit sensitif atau masalah pernapasan, sebaiknya lebih berhati-hati dan menghindari area tersebut sementara waktu. Ada beberapa hotel bertingkat tinggi di Bangkok yang mengalami kerusakan kecil seperti retakan di dinding dan cat yang mengelupas.

Sebelum memesan kamar, pastikan traveler memeriksa kondisi hotel terlebih dahulu tapi jangan khawatir, Bangkok punya banyak tempat menarik selain Chatuchak. Jadi traveler masih bisa menikmati kota tersebut dengan mengunjungi destinasi lainnya.

Alternatif Liburan

Jika traveler memutuskan untuk menunda perjalanan ke Bangkok, masih ada banyak pilihan destinasi menarik untuk liburan singkat. Misalnya, Labuan Bajo di Indonesia dengan pantai berwarna merah muda dan jalur pendakian yang menawarkan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa.

Atau traveler bisa mengeksplorasi Broome di Australia Barat, yang hanya membutuhkan waktu empat jam perjalanan dan menawarkan pengalaman snorkeling serta pemandangan tebing-tebing berwarna merah di tepi laut.

Selain itu, traveler juga bisa mencoba pengalaman glamping di Pulau Lazarus dengan Into the Woods, atau menikmati liburan santai dengan menginap di bus umum yang sudah tidak digunakan lagi. Jika traveler mencari suasana lebih eksklusif, Mandai Rainforest Resort di Singapura menawarkan penginapan di rumah pohon di tengah hutan, dengan pengalaman berinteraksi langsung dengan satwa liar.


(upd/fem)

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner