Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp 50 Juta, Ini Syarat dari Dedi Mulyadi

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, membuat sebuah gebrakan unik guna memberantas kejahatan jalanan di wilayahnya. Dia menggelar sayembara dengan total hadiah mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal, jambret, maling, hingga copet.

Dedi Mulyadi memberikan syarat mutlak yang harus dipenuhi warga untuk bisa membawa pulang hadiah tersebut. Pelaku yang ditangkap harus diserahkan kepada pihak kepolisian dalam kondisi hidup dan tidak boleh dihakimi massa hingga babak belur.

"Ya, nanti yang diberi hadiah itu yang sudah memenuhi kualifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres. Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh," ujar Dedi Mulyadi saat ditemui di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7). 

Dedi menegaskan agar masyarakat tidak main hakim sendiri dalam menindak pelaku kejahatan. "Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah," tegas dia.

Pakai Dana Pribadi

Pengakuan Dedi, hadiah bernilai fantastis tersebut tak menggunakan APBD, melainkan merogoh kocek dari kantong pribadinya. Sayembara ini sengaja digelar lantaran pendekatan berbasis insentif atau hadiah dinilai efektif memacu motivasi masyarakat Indonesia.

"Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian di daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin," jelas dia. 

Melalui sayembara ini, Dedi berharap sistem keamanan lingkungan di tingkat masyarakat kembali hidup. 

"Jadi ini dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda. Sudah, ronda saja. Nanti kalau ada maling ayam, kan lumayan. Nah, hal seperti itu harus memacu warga kita. Warga kita kan belum seperti warga di negara maju lainnya, kita harus terus dimotivasi," sambung Dedi.

Efek Jera dan Sinergi Kepolisian

Dedi optimistis langkah sayembara ini bisa menyelesaikan masalah begal yang kerap meresahkan masyarakat, sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku. Ia menyebut, antusiasme masyarakat mulai terlihat sejak sayembara ini digaungkan. 

"Orang bekerja juga ingin ada honor. Kalau kita menunggu wacana terus, tidak selesai-selesai. Buktinya baru semalam, sekarang (warga yang) patroli sudah mulai ramai," ungkap dia.

Sebelumnya, pengumuman sayembara ini juga telah diunggah Dedi melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (23/7). Ia berjanji akan memberikan imbalan setimpal bagi siapa pun yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan tersebut dan menyerahkannya ke polisi secara aman.

Selain memotivasi warga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya untuk memperketat keamanan wilayah. 

"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," tutup Dedi.

Reporter: Azzura Galaxia/merdeka.com

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner