Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dibuka-Tutup Imbas Cuaca Buruk

5 hours ago 4

Liputan6.com, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry, Cabang Ketapang mengambil langkah tegas dengan menerapkan skema buka-tutup dan penundaan sementara operasional penyeberangan di Selat Bali. Langkah ini diambil guna merespons cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda kawasan perairan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

​Keputusan penundaan pelayaran ini disepakati bersama dalam koordinasi lintas otoritas, yang melibatkan KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satpel Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG, dan Kepolisian.

​General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan komitmen mutlak yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, seluruh keputusan operasional didasarkan pada rekomendasi kondisi cuaca maritim dari BMKG, bukan kebijakan sepihak operator.

​"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran," ujar Arief, Selasa (28/7/2026).

​Arief menjelaskan, penyesuaian operasional di lapangan bersifat dinamis. Layanan penyeberangan akan langsung dibuka kembali begitu kecepatan angin dan tinggi gelombang surut ke batas aman.

​Guna menekan potensi penumpukan kendaraan di area pelabuhan—khususnya armada logistik—ASDP telah mengaktifkan kawasan Bulusan sebagai buffer zone (area penyangga) penampungan sementara.

​Tak hanya itu, kata Arief, ASDP berkoordinasi intensif dengan Polresta Banyuwangi untuk mengatur alur kendaraan menuju pelabuhan agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas utama.

​"Kami menyiapkan langkah antisipatif yang terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Begitu cuaca membaik, kami siap mengoptimalkan penambahan armada untuk mempercepat penguraian antrean," tambah Arief.

​Menanggapi ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa dan pelaku usaha logistik akibat kondisi force majeure ini, ASDP memastikan hak-hak konsumen tetap terlindungi penuh.

​"Kami memohon pengertian masyarakat. Kebijakan ini semata-mata demi melindungi keselamatan jiwa. Kami pastikan tiket yang telah dibeli tetap berlaku (valid) dan dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan beroperasi normal," tegas Arief.

​ASDP mengimbau para calon penumpang dan penyedia jasa logistik untuk aktif memantau perkiraan cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG sebelum menuju pelabuhan, serta menyesuaikan jadwal keberangkatan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner