Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) dan Polres Lombok Timur menyelidiki kasus dugaan penipuan jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Terungkap, satu titik dijual dengan harga Rp950 juta.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyampaikan kasus yang ditangani Polres Lombok Timur tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat terkait praktik penyalahgunaan proses verifikasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan terlapor berinisial S.
“Polres Lombok Timur menangani perkara ini setelah menindaklanjuti informasi dari para korban yang muncul di media. Mereka menjadi korban oknum yang memanfaatkan proses verifikasi MBG,” ujar Sony dalam konferensi pers di Polda Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram, Jumat (29/5/2026). Dilansir Antara.
Sony menjelaskan modus yang digunakan dalam kasus ini mirip dengan kejadian di sejumlah daerah lain. Pelaku mengaku memiliki relasi dengan pejabat atau orang dalam BGN. Mereka menggunakan foto sebagai bukti kedekatan.
Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana membenarkan menerima laporan masyarakat sejak 16 Februari 2026. Perkara ini naik ke tahap penyelidikan pada 21 Mei 2026.
“Pada 29 Mei 2026 kami akan menerbitkan surat perintah penyidikan,” kata Komang.
Terlapor berinisial S dijerat dengan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Komang menjelaskan pelaku diduga menjanjikan titik lokasi dapur MBG serta pembangunan fasilitas yang diklaim akan segera beroperasi. Namun, fasilitas tersebut belum beroperasi meski bangunan telah tersedia.
Penyidik belum merinci jumlah korban maupun lokasi pasti kejadian perkara dalam kasus tersebut. Kerugian yang ditimbulkan diperkriakan mencapai Rp 950 juta.
Penipuan Terorganisir
Praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) muncul setelah adanya laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan. Setidaknya ada 20 laporan yang masuk ke Polisi.
Sebelum di Lombok, praktik jual beli itu terbongkar di dua daerah. Pertama, Batam. Polisi mengusut dugaan penjualan dua titik SPPG senilai Rp 400 juta. Kedua, kasus di Jawa Barat. Dari 21 orang yang mengaku sebagai korban, kerugian ditaksir Rp 1,9 miliar.
Dari hasil penelusuran dan bukti yang ada, Badan Gizi Nasional (BGN) menyimpulkan praktik jual beli SPPG ini terorganisir. Ada keterlibatan sebuah kelompok terstruktur di balik penipuan ini.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya mengatakan, indikasi keterlibatan sindikat tersebut saat ini sedang diselidiki secara mendalam. BGN bersama Polisi mengusut tuntas aliran dana dan pihak-pihak yang ikut bermain di dalamnya.
"Saya pegang bukti-bukti. Bukan hanya orang-orang tidak dikenal, ada orang juga yang satu organisasi. Ini sedang saya perdalam. Satu organisasi keterlibatannya apa," ujar Sony kepada wartawan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
BGN Bantah Ada Orang Dalam
BGN belum menemukan adanya indikasi keterlibatan orang dalam atau internal BGN dalam kasus jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya mengaku, setidaknya hingga hari ini belum ditemukan adanya oknum pegawai BGN yang terlibat dalam praktik tersebut.
BGN telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait maraknya laporan penipuan di sejumlah daerah. Modusnya, pelaku diduga mengaku sebagai orang dekat pejabat BGN hingga menawarkan jasa pendaftaran titik SPPG dengan meminta sejumlah uang kepada korban.
“Banyaknya laporan pada beberapa daerah yang para pelapor tersebut merupakan korban penipuan dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN,” kata Sony di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Terkait kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam atau internal BGN, Sony mengkalim hingga kini belum ada bukti keterlibatan internal BGN.
“Hasil penyidikan nanti yang faktanya akan mengungkap apakah ada korelasi, apakah ada relasi dengan orang-orang di BGN atau tidak. Tapi saya yakin sementara ini saya katakan tidak ada sampai nanti ada fakta dan bukti yang menunjukkan ada,” kata dia.

7 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7264539/original/043979700_1780050847-Screenshot_2026-05-29_at_17.25.54.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7263081/original/051298000_1780049068-IMG_20260529_111325.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7257318/original/032111800_1780043489-kebakaran_rsud_gowa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7255925/original/035486200_1780042080-kebakaran_RSUD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182144/original/083081500_1779977916-bagas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7180633/original/086155500_1779975702-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_20.39.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7089269/original/039433200_1779870527-tatag_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171059/original/025729600_1779962539-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_4.56.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171534/original/051592000_1779963347-1001303548.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1237075/original/072380200_1463561466-IMG_20160518_133931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7113198/original/065832500_1779897174-Lapas_Bollangi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7028576/original/004431700_1779802917-IMG-20260526-WA0039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7090366/original/033290200_1779871723-balon_udara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7068528/original/056790800_1779847028-IMG-20260526-WA0118.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085646/original/032155700_1779866574-IMG_20260527_122326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077610/original/004512300_1779857442-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_11.19.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7077110/original/031299600_1779856903-1002086321.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7070995/original/086110700_1779849951-1001294333.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488143/original/035051700_1769735206-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_07.23.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848338/original/058999900_1562657854-IMG_20190709_141553.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489005/original/077235900_1769774841-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488104/original/091791600_1769727572-IMG_3676.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488041/original/030054000_1769697501-image_870x_697acd82f2c4c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489989/original/007869000_1769955452-Potret_miris_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488619/original/021498200_1769758799-Layanan_Kesehatan_Keliling_TNI-Polri.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495513/original/044841700_1770373828-Guru_di_Sukabumi_bikin_video_menyuapi_siswi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489994/original/099745700_1769956132-Banjir_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489952/original/092494800_1769953324-Korban_banjir_di_Sumut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487028/original/091844600_1769654938-Jenazah_pria_asal_Jakarta_ditemukan_di_Parangtritis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488556/original/080386800_1769756734-1000961288.jpg)