Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menilai kondisi bumi saat ini tidak baik-baik saja, di tengah perubahan iklim hingga pencemaran lingkungan. Dia pun mengajak semua elemen untuk taubat ekologis.
"Hari Lingkungan Hidup ini menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung, menyadari kesalahan dan bergerak memperbaiki hubungan kita dengan alam. Dengan pertobatan ekologis, kita tidak hanya menjaga lingkungan tapi juga membangun budaya peduli dan bertanggung jawab yang menjadi warisan untuk generasi mendatang," kata Jumhur dalam pidato peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Merespons pernyataan Jumhur, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menilai istilah taubat ekologi tepat untuk menjawab tantangan lingkungan yang sedang dihadapi Indonesia.
"Taubat ekologis memiliki daya sentuh yang lebih kuat dibandingkan berbagai jargon lingkungan yang selama ini sering banyak terdengar. Ada dimensi moral, kesadaran dan refleksi yang terkandung di dalamnya," kata Toto. Dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, dalam tradisi yang akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia, taubat bukan sekadar mengakui kesalahan. Taubat adalah keberanian untuk bercermin yang dimulai dari kesediaan mengakui kekeliruan, menyesalinya dengan tulus, menghentikan perbuatan yang salah, lalu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
"Ketika konsep itu dibawa ke dalam isu lingkungan hidup, maknanya menjadi sangat luas. taubat ekologis mengajak semua untuk mengakui bahwa selama ini manusia memang telah banyak berbuat salah terhadap alam," Lanjutnya.
Toto melanjutkan, gagasan taubat ekologis sejatinya mengandung pengingat yang penting. Ancaman ekologis yang muncul hari ini bukanlah sesuatu yang datang begitu saja dari luar diri manusia. Banyak di antaranya merupakan konsekuensi dari pilihan yang dibuat selama puluhan tahun.
Banjir yang semakin sering terjadi disebut bukan hanya soal curah hujan yang tinggi. Longsor bukan sekadar persoalan lereng yang rapuh. Krisis air bersih bukan semata-mata akibat kemarau panjang. Di balik semua itu terdapat cerita tentang berkurangnya tutupan hutan, rusaknya daerah resapan, tercemarnya sungai, serta pembangunan yang terkadang melampaui kemampuan alam untuk menopangnya.
"Namun sebagaimana makna taubat dalam kehidupan spiritual, kesadaran saja tidak pernah cukup. Penyesalan yang tidak melahirkan perubahan hanya akan menjadi kata-kata yang indah. Karena itu, taubat Ekologis menuntut langkah yang lebih nyata," lanjutnya.
Menurut Toto, ajakan tersebut harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk memperbaiki berbagai kebijakan dan praktik yang selama ini berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Evaluasi terhadap izin usaha yang merusak lingkungan perlu dilakukan secara serius. Penindakan terhadap pencemar lingkungan harus berjalan konsisten.
"Kawasan-kawasan kritis perlu dipulihkan. Pembangunan harus diselaraskan dengan daya dukung alam agar tidak menciptakan persoalan baru di masa depan. Yang tidak kalah penting, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak boleh hanya dibebankan kepada masyarakat kecil," ucap Toto.
Dia menerangkan, menanam pohon memang merupakan salah satu cara paling nyata untuk memulihkan lingkungan. Pohon membantu menyerap karbon, menjaga sumber air, memperkuat tanah dari ancaman longsor, mengurangi risiko banjir, memperbaiki kualitas udara, sekaligus menghidupkan kembali ekosistem yang rusak.
Tetapi pengalaman mengajarkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak pernah ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam dalam satu hari. Ukuran yang sesungguhnya adalah berapa banyak pohon yang masih hidup bertahun-tahun kemudian.
"Maka dari itu, program penanaman pohon memerlukan perencanaan yang matang. Publik berhak mengetahui jenis pohon yang akan ditanam, lokasi penanamannya, luas lahan yang tersedia, pihak yang bertanggung jawab merawatnya, hingga sumber pembiayaan yang mendukung keberlanjutan program tersebut," pungkasnya.

10 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8081688/original/006856400_1780927950-IMG-20260608-WA0051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8078272/original/086814400_1780924039-gamelan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8075634/original/021802400_1780921108-IMG_7557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8071813/original/071239000_1780916988-355123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080103/original/047492500_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8066303/original/049490300_1780910940-1001340088.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8064710/original/039868400_1780909336-Calon_pengantin_diduga_menjadi_korban_penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8064049/original/088005900_1780908650-1000427925.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062735/original/071141000_1780907069-IMG-20260607-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061345/original/057878100_1780905535-WhatsApp_Image_2026-06-08_at_00.13.10__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8060749/original/048772100_1780904897-1000835381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8058093/original/052024600_1780901965-1001334881.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8038190/original/079747100_1780880372-Jepretan_Layar_2026-06-05_pukul_07.58.19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8039324/original/088107600_1780881594-WhatsApp_Image_2026-06-08_at_08.14.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7988766/original/000874100_1780826527-Bule_Rusia_ditangkap_saat_selundupkan_narkoba_ke_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8003916/original/067474600_1780843010-Pengusaha_di_Sukabumi_rugi_karena_proyek_SPPG_mandek.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7991239/original/027718000_1780829112-25._BYD_Tech_Culture_Fest_Medan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7980079/original/096261700_1780817084-WhatsApp_Image_2026-06-07_at_13.27.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7973817/original/064778100_1780810584-851c2549-dee4-44b6-baa4-effd22f2f146.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5189923/original/005208500_1744810715-673_x_373_rev__8_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498617/original/080547900_1770712309-Polisi_bongkar_gudang_miras_di_Makassar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511854/original/021153700_1771918936-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498961/original/042561400_1770731612-Rieke_di_acara_RTD_Samarinda.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515159/original/013988600_1772163544-Penemuan_potongan_tubuh_di_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009429/original/017937800_1651117586-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513754/original/079309000_1772064124-John_Tobing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500263/original/046163100_1770852465-keracunan_mbg_penajam_paser.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4002342/original/071823600_1650541238-20220421_173113.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501191/original/029485900_1770889140-Kapolres_Bima_Kota_AKBP_Didik_Putra_Kuncoro.webp)