Kirab 1 Suro di Bawah Dualisme Keraton Surakarta

1 day ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, berada di bawah bayang-bayang dualisme. Kubu Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi merespons hal ini.

Seperti diketahui, dua kubu PB XIV Purboyo dan PB XIV Hangabehi dijadwalkan menggelar kirab pusaka pada hari yang sama, Selasa 16 Juni 2026 malam. Kedua kubu pun telah melakukan berbagai persiapan.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, yang menjadi penyokong utama PB XIV Hangabehi mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kegiatan sakral itu tetap berlangsung dengan baik.

"Kita terus berupaya mencari solusi agar acara itu bisa dilangsungkan secara kehati-hatian, secara baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang saat ini ada pihak lain juga yang ingin menyelenggarakan, yang notabene ya mau tidak mau itu juga bagian dari keluarga besar kita juga," ujar Wirabhumi kepada wartawan di Keraton Surakarta, Rabu (10/6/2026).

Wirabhumi menjelaskan, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan aparat keamanan, Pemerintah Kota Surakarta dan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan. Hal ini karena Kirab 1 Suro saat ini sedang dalam proses untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Keraton Surakarta.

"Nah, mudah-mudahan ada titik temu sehingga itu bisa berlangsung. Walaupun dalam suasana tidak biasa, tapi semaksimal mungkin mudah-mudahan bisa diselenggarakan secara baik. Hari ini sedang terus dilakukan upaya untuk mencari solusi," ungkapnya.

"Mohon doanya mudah-mudahan dalam waktu dekat nanti ada rapat bersama, dengan pemerintah, dengan pihak keamanan, agar acara ini bisa berlangsung secara baik," imbuhnya.

Terkait pendataan pusaka milik keraton, Wirabhumi menjelaskan bahwa yang didata tidak hanya pusaka, tetapi seluruh aset keraton lainnya. Mulai dari gamelan, wayang hingga barang-barang yang ada di museum.

"Memang sudah harus menyentuh ke sana. Tapi sekali lagi ini juga masih ada perbedaan pendapat di keluarga. Kami terus mencoba untuk melakukan komunikasi. Yang saya tahu pemerintah pusat sedang terus melakukan upaya dialog walaupun upaya itu ya maju mundur," ucapnya.

Dia menambahkan, beberapa perwakilan keluarga besar keraton sudah mulai hadir dalam pertemuan, meski belum bisa memberikan keputusan final.

"Tetapi kalau tidak terus dicoba tentu tidak akan pernah sampai di titik yang kita harapkan. Nanti maksimal seperti apa akan kami beritahukan," lanjut Wirabhumi.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner