BBM Langka di Medan, Antrean Mengular di SPBU Kualanamu

14 hours ago 5

Liputan6.com, Medan - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis subsidi, kian meresahkan warga Sumatera Utara. Hingga Rabu (15/7/2026), antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandara Kualanamu masih terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda solusi dari pihak terkait.

Kondisi di lapangan terpantau sangat miris. Memasuki hari ketiga krisis, antrean kendaraan bahkan hampir menutupi pintu gerbang utama Bandara Kualanamu. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan dari Polsek Kawasan Bandara Kualanamu bersama Avsec bandara tampak bersiaga ketat mengatur jalannya pengisian BBM agar tetap kondusif.

Surya, salah seorang warga yang ikut mengantre sejak pagi hari, meluapkan kekecewaannya atas lambatnya respons pemerintah.

"Pemerintah cepatlah buat solusi sehingga kondisi ini jangan berlarut-larut. Apalagi kondisi ekonomi masyarakat saat ini lagi sulit, ditambah lagi sulit BBM, lengkaplah sudah penderitaan," keluh Beni dengan nada kesal.

Ia menambahkan, kelangkaan ini sangat mengganggu produktivitas masyarakat, terutama pekerja sektor transportasi.

"Bayangin aja, kita antrean berjam-jam gimana lagi mau bekerja? Tukang ojek, betor (becak motor), dan angkutan bus semuanya terganggu," tambahnya.

Ancam Iklim Usaha dan Picu Inflasi

Krisis BBM ini ternyata tidak hanya memukul masyarakat kecil, tetapi juga menjadi sinyal bahaya bagi dunia usaha di Sumatera Utara. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara langsung menyoroti tajam tersendatnya distribusi BBM yang telah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir.

Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara, menegaskan bahwa BBM adalah urat nadi distribusi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah.

"Ketika BBM langka, yang macet bukan hanya kendaraan. Rantai pasok bahan pokok, biaya produksi, dan mobilitas usaha ikut terganggu. Ini ancaman serius bagi iklim usaha di Sumut," ujar Dida Mutyara dalam rilis resminya di Medan, Rabu (15/7/2026).

KADIN Sumut mencatat kelangkaan ini memicu dampak sistemik yang luas, di antaranya kemacetan total. Antrean panjang di berbagai daerah, khususnya Kota Medan dan jalur logistik, membuat lalu lintas lumpuh.

Lalu, keterlambatan logistik. Distribusi barang ke tujuan terhambat, yang berpotensi memicu lonjakan harga bahan pokok dan mempercepat laju inflasi.

Juga ancaman UMKM kolaps. Sektor UMKM menjadi pihak yang paling rentan gulung tikar jika kondisi ini terus dibiarkan berulang.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner