Pada perayaan spesial di Meksiko, ada sup menudo yang tak boleh absen disajikan. Sup ini berisi tiga jenis organ dalam bagian perut sapi. Foto: Khits
Sejak lebih dari 400 tahun silam, sup sarang burung walet sudah dikonsumsi nenek moyang China. Walaupun dipercaya berkhasiat, sup ini dianggap ilegal di beberapa negara. Foto: Khits
Berbeda dengan China, di Jepang ada shirako sup yang juga dipercaya berkhasiat baik untuk tubuh. Namu sup ini diracik dengan menggunakan sperma ikan cod. Foto: Khits
Tiet Cahn adalah hidangan asal Vietnam yang menggunakan darah bebek, babi, atau angsa. Untuk membuat rasanya lebih enak, digunakan kaldu ikan sekaligus guna mencegah penggumpalan darahnya. Foto: Khits
Masyarakat di gunung Kilimanjaro memiliki sup tradisional yang bernama sup kiburu. Ada penambahan bahan yang unik di dalamnya yaitu berupa kacang, tanah, dan ranting. Foto: Khits
Bukan daging ayam, sup ini menggunakan bahan utama alat kelamin ayam jantan. Menurut yang pernah mencicipi, tekstur testis ayam ini mirip dengan tahu. Foto: Khits
Kepercayaan tradisional di Nikaragua mempercayai sup iguana sebagai salah satu afrodisiak yang manjur. Tetapi setelah dinyatakan sebagai hewan langka, sup ini sudah berhenti disajikan secara masif. Foto: Khits
Identik dengan budaya minum bir, di Jerman ternyata ada sup yang terbuat dari bir. Bahan-bahannya berupa bir hitam, lemak, krim, kuning telur, tepung dan sebagian yang diberi tambahan keju. Foto: Khits
Provinsi Kandal, Kamboja terkenal dengan hidangannya yang ekstrem. Salah satunya adalah sup kelelawar yang banyak dipercaya dapat mengobati berbagai keluhan kesehatan. Foto: Khits
Walaupun langka dan ilegal tetapi sup ini sempat dikonsumsi oleh sebagian negara di Asia. Sup penis macan benar-benar menggunakan alat kelamin macan jantan yang direbus lama dengan beragam rempah. Foto: Khits