Tangis dan Doa Antarkan Bos Djarum Bambang Hartono ke Peristirahatan Terakhir

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gor Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026) pagi, saat jenazah bos Group Djarum, Michael Bambang Hartono diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Rembang.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan memadati lokasi. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sederhana meski memiliki pengaruh besar di dunia usaha nasional.

Prosesi pelepasan menuju pemakaman keluarga di Desa Punjulharjo Rembang, dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Agenda diawali dengan ibadat Misa yang berlangsung khusyuk.

Tangis haru dan doa mengiringi setiap tahapan prosesi, mencerminkan kedekatan emosional antara almarhum dengan para pelayat.

Salah satu kerabat dekat, Haryanto Halim, mengenang almarhum sebagai pribadi yang sangat sederhana dan dermawan.

Ia menyebut, di balik kesuksesan besar yang diraih, Bambang Hartono tetap tampil rendah hati dan jauh dari kesan berlebihan.

“Beliau orangnya sangat sederhana dan dermawan. Banyak membantu, termasuk memberikan donasi besar untuk pembangunan sekolah. Tapi tetap hidupnya sederhana,” kata Haryanto.

Menurut Haryanto, almarhum juga dikenal memiliki kepribadian yang santai, pragmatis, serta tajam dalam berpikir.

Bahkan dalam pergaulan sehari-hari, ia tidak menunjukkan jarak dengan orang lain, termasuk kepada kerabat maupun relasi kerja.

Kesederhanaan tersebut juga tercermin dalam kehidupan keluarganya yang tidak menonjolkan kemewahan.

Sosok Bambang Hartono dinilai sebagai figur yang mampu menyeimbangkan kesuksesan bisnis dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.

Ia menilai Bambang Hartono sebagai tokoh yang berjasa besar bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja serta kegiatan filantropi.

“Mendiang merupakan sosok yang berjasa besar bagi bangsa. Kontribusinya nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Momen paling emosional terjadi saat peti jenazah mulai dipindahkan menuju mobil jenazah.

Para pelayat berdiri berjajar di sepanjang jalur yang dilalui, memberikan penghormatan terakhir dengan kepala tertunduk.

Setelah prosesi pelepasan selesai, rombongan keluarga bersama pengawalan kepolisian bertolak menuju Desa Godo, Kabupaten Rembang, untuk proses pemakaman.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner