Liputan6.com, Jakarta Perjalanan usaha tidak selalu dimulai dari modal besar. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah keberanian memulai, ketekunan menjaga kualitas, dan dukungan ekosistem yang tepat.
Itulah yang dialami dua pelaku UMKM perempuan asal Yogyakarta, Sofyani Mirah (51), pendiri Bananania, serta Sumiyati atau Bu Sum (73), pengelola Warung Makan legendaris di Pasar Beringharjo.
Di balik kesuksesan mereka, langkah dan peran Bank BRI menjadi bagian penting dalam memperkuat perjalanan usaha dari skala kecil hingga berkembang pesat. Berikut kisah dua sosok pelaku UMKM kuliner asal Yogyakarta yang menginspirasi.
Bananania merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Yogyakarta (RuBY) yang memproduksi keripik pisang aneka rasa. Didirikan pada tahun 2019 oleh Sofy yang saat itu memutuskan untuk mengundurkan diri dan merintis usaha sendiri.
Langkah awal Sofy lakukan dengan bergabung dengan RuBY sejak 2019. Di awal memulai bisnis, berbagai pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi pameran menjadi bekal penting dalam mengembangkan usahanya.
“Saya pertama kali ikut pelatihan hidroponik di Rumah BUMN, lalu mulai masuk ke berbagai program lainnya,” kata Sofy kepada Liputan6.com ketika ditemui di kantor Bananania beberapa waktu lalu.
Program yang paling berkesan bagi Sofy adalah BRILianpreneur. “BRILianpreneur adalah pameran terbaik yang pernah saya ikuti. Semua diatur dengan sangat rapi, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendapat bantuan sertifikasi halal sekitar tahun 2021-2022. “Pada tahun itu sertifikasi halal masih berbayar, tapi saya mendapatkan bantuan dari BRI,” akunya.
Pandemi Covid-19 pada 2020 justru membuka peluang baru. Saat itu, Sofy melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat.
“Saat pandemi, saya banyak membaca bahwa obesitas meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19. Saya jadi terpikir untuk membuat produk diet dari pisang,” ungkapnya.
Pada 2021, Bananania meluncurkan tepung pisang sebagai alternatif tepung bebas gluten, khusus untuk penderita GERD dan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya berpikir, kenapa kita tidak buat sendiri dari pisang. Tepung pisang ini ternyata bagus untuk penderita GERD dan anak-anak autis karena mereka membutuhkan makanan gluten-free,” katanya.
Meski sempat ditolak pasar, Sofy tetap bertahan. Ia membuktikan kualitas produknya lewat cookies berbahan 100 persen tepung pisang pada 2022 hingga akhirnya mulai diterima konsumen.
Bananania juga menerapkan konsep produksi ramah lingkungan dan zero waste. Di mana pengeringan tidak menggunakan gas atau listrik, tapi menggunakan tenaga surya. Semua produksi masih dilakukan di Jogja.
“Semua bagian pisang kami manfaatkan, tidak ada yang terbuang,” tegas Sofy.
Pada 2024, Sofy kembali mendapat penguatan modal melalui KUR sebesar Rp450 juta untuk membeli lahan di Sleman. “Saya ingin belajar dari hulu ke hilir, jadi saya beli lahan untuk ditanami pisang,” ungkapnya.
Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBY), Bagaskara Priyambodo, mengatakan bahwa untuk pemodalan, RuBY menjembatani UMKM dalam memperoleh modal seperti KUR. RuBY membantu menjembatani UMKM yang ingin mengakses pemodalan seperti KUR dengan mengarahkan langsung ke BRI sesuai wilayah masing-masing.
“Jika ada UMKM yang bingung soal peminjaman modal, biasanya mereka bertanya ke kami, lalu kami arahkan ke BRI sesuai dengan wilayah tempat tinggal UMKM tersebut,” kata Bagas kepada Liputan6.com.
Kini, produk Bananania sudah masuk ke kereta jarak jauh, PMI Sleman, sejumlah hotel, hingga pasar luar negeri seperti Malaysia, Filipina, dan Kanada. Dari modal Rp10 juta, omzet Bananania kini menembus Rp200 juta per bulan.
Sementara itu, di jantung Pasar Beringharjo, Warung Makan Bu Sum tetap setia menjaga cita rasa puluhan tahun. Pengunjungnya datang dari berbagai daerah hingga luar negeri.
“Kadang ada yang dari Jakarta, Jawa Barat, bahkan luar negeri,” kata Sumiyati kepada Liputan6.com ketika ditemui di warung makannya beberapa waktu lalu.
Usaha ini diwarisi dari sang nenek sejak sekitar 1950-an dan diteruskan Bu Sum selama hampir 45 tahun. Menu seperti nasi gudeg, nasi rames, soto, hingga sate kere tetap menjadi favorit.
“Dari dulu ya seperti ini jualannya, dari nasi sampai soto,” tuturnya.
Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan sekitar 100 kilogram ayam dan koyor. Meski usianya tak muda lagi, Bu Sum masih aktif mengawasi dapur yang dibantu 15 karyawan.
Dulu, warung Bu Sum hanya berupa gerobak kecil di sudut Pasar Beringharjo. Namun berkat ketekunan dan kerja keras, perlahan ia mampu membeli petak demi petak hingga sekarang memiliki beberapa unit ruko.
“Warung saya cuma ada di sini (Beringharjo) tidak ada jualan di tempat lain. Dulu warung saya cuma sampai sini aja (sepetak gerobak). Lalu saya beli warung pertama Rp500 juta dan warung kedua Rp300 juta dan ada sertifikatnya,” ujar Bu Sum.
Dari hasil usaha tersebut, Bu Sum juga berhasil membeli tanah dan rumah di kawasan Sonopakis, Bantul. Ia bahkan mampu membelikan empat unit mobil untuk anak-anaknya. Semua pencapaian itu diraih dari usaha warung makan yang ia jalankan dengan penuh ketekunan.
Perjalanan usaha Bu Sum juga terbantu oleh akses perbankan, khususnya dari Bank BRI. Ia menjadi nasabah aktif yang memanfaatkan tabungan Simpedes dan pinjaman usaha. Awalnya, ia meminjam Rp25 juta, lalu meningkat menjadi Rp50 juta, Rp100 juta, hingga Rp300 juta pada tahun 2024.
Dana pinjaman tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan masak, pengembangan usaha, hingga kebutuhan keluarga.
“Saya pinjam untuk keperluan usaha dan keluarga. Jangka waktu pelunasan saya ambil yang 2 tahun, dan Mei lalu sudah lunas,” katanya.
Sejak menggunakan QRIS dari BRI satu tahun terakhir, transaksi di warungnya juga semakin lancar. Pemasukan dari QRIS bisa mencapai Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan dan langsung digunakan untuk membayar cicilan pinjaman.
“Sejak pakai QRIS, pelanggan makin banyak,” ucapnya.
Bu Sum juga rutin menabung melalui program Simpedes BRI sejak enam tahun terakhir. Hal ini membantunya mengatur keuangan usaha dan keluarga dengan lebih baik.
Baik Sofy maupun Bu Sum sama-sama membuktikan bahwa perempuan mampu mandiri melalui usaha. Dukungan keluarga dan akses perbankan menjadi penguat langkah mereka.
“Dulu hidup saya monoton, duduk di belakang meja sepanjang hari. Sekarang saya bisa pergi ke berbagai tempat, punya banyak relasi, dan bisa berbagi pengalaman,” ungkap Sofy.
Sementara Bu Sum membuktikan bahwa kesabaran menjaga kualitas dan konsistensi pelayanan mampu membawa perubahan besar dalam hidup.
Dari dapur pasar tradisional hingga produk pisang yang menembus pasar global, dua kisah ini menunjukkan bahwa ketika semangat usaha bertemu dengan pendampingan dan akses pembiayaan yang tepat, UMKM bisa naik kelas dan berkelanjutan.
Mengutip situs BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran strategisnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir September 2025, BRI telah mencatat penyaluran KUR sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur, atau setara 74,40% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa KUR bukan sekedar instrumen pembiayaan, tetapi katalis yang mampu menggerakan ekonomi rakyat. Dengan penyaluran KUR, BRI berupaya mendorong UMKM naik kelas sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin besar.
“Langkah ini merupakan peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM menjadi penopang utamanya,” ungkap Hery Gunardi.
Penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir September 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI.
Angka ini meningkat dibandingkan jangkauan pada tahun 2022 dan 2023 yang mencapai 14 rumah tangga dan 15 rumah tangga. Secara kumulatif, sejak 2015 hingga September 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.387 triliun kepada 45,5 juta penerima.
Melalui pendampingan berkelanjutan, akses pembiayaan, hingga digitalisasi transaksi, Bank BRI terus hadir sebagai mitra tumbuh bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Kisah Bananania dan Warung Makan Bu Sum menjadi bukti bahwa dengan semangat pantang menyerah dan dukungan perbankan yang tepat, usaha kecil pun bisa berkembang, berdaya saing, dan memberi manfaat luas. Inilah wujud nyata komitmen BRI dalam memberi makna untuk Indonesia.

7 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427833/original/038316600_1764425826-Pelaku_pembunuhan_janda_di_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428412/original/018819500_1764503322-Gunung_Ile_Werung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428375/original/006322400_1764498397-1001256212.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428264/original/081069600_1764487779-WhatsApp_Image_2025-11-30_at_14.03.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421044/original/013239000_1763868582-4706a90c-dd05-4b4e-92c1-186ae1f67bfc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427904/original/079162500_1764439023-Pembukaan_JAFF_2025_di_UGM_Yogyakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427898/original/079625100_1764437379-Perayaan_Jogja-NETPAC_Asian_Film_Festival__JAFF__ke-20.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427888/original/097857800_1764436105-Tim_SAR_menyeberangi_sungai_pakai_tali_untuk_selamatkan_korban_banjir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427859/original/058430600_1764432394-Gajah_mati_diterjang_banjir_di_Aceh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425780/original/070502300_1764237713-Soto_Tahu_Kemasan_Mbah_Wongso.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427853/original/098903500_1764429491-Wali_Kota_Medan_Rico_Waas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427847/original/090463000_1764428630-Warga_di_Tapteng_jarah_minimarket__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427840/original/034604500_1764427484-Wali_Kota_Malang_menyerahkan_simbolis_kartu_peserta_BPJS_Ketenagakerjaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427835/original/050060200_1764426419-Warga_di_Tapteng_jarah_minimarket.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427816/original/000068300_1764423239-Rais_Aam_PBNU_KH_Miftachul_Ahyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427815/original/048729000_1764422295-Menkop_Ferry_Juliantono.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427802/original/051606200_1764420575-Direktur_LBH_Bandar_Lampung__Prabowo_Pamungkas_mendampingi_kontributor_Kompas_TV__Teuku_Khalid_Syah_usai_menjalani_pemeriksaan_lanjutan_oleh_penyidik.jpg)




























