Pabrik Pod Getar Digerebek, Bahan Baku dari Kamboja

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menggerebek sebuah industri rumahan (home industry) yang memproduksi sekaligus memasarkan pod vape berisi zat narkotika, jenis etomidate di wilayah Medan dan Deli Serdang.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 256 cartridge pod getar serta lima tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Kepala BNNP Sumatera Utara Brigjen Pol Tatar Nugroho mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran liquid vape atau pod getar yang diduga mengandung zat terlarang di Sumatera Utara.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim penyelidik bergerak dan mengamankan seorang pria berinisial T di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan Petisah.

“Saat digeledah di dalam mobil minibus Honda Jazz miliknya, petugas mendapati lima cartridge bertuliskan PARIS yang diduga berisi etomidate,” ujar Tatar, Sabtu (1/8/2026).

Bahan baku liquid tersebut diketahui dipesan langsung dari Kamboja. Para pelaku kemudian meraciknya di sebuah rumah yang dijadikan industri rumahan selama tiga bulan terakhir sebelum diedarkan secara luas.

Pengembangan Jaringan dan Barang BuktiDari penangkapan pertama, penyidik melakukan pengembangan ke Jalan Sentang, Kecamatan Medan Petisah, dan mengamankan tiga orang berinisial J, A, dan S yang diduga berperan sebagai kurir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas kemudian mendatangi dua lokasi berbeda yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan dan peracikan pod getar.

Di sebuah rumah di Jalan Jati, Desa Sei Mencirim, Deli Serdang, petugas menemukan 172 cartridge pod getar merek LA dan PARIS yang diduga milik pelaku T.

Selanjutnya, di sebuah rumah di Jalan Punak, Kelurahan Sekip, Kota Medan, yang merupakan kediaman pelaku J, petugas kembali mengamankan 84 cartridge pod getar dengan merek serupa.

Selain ratusan cartridge siap edar, petugas juga menyita sejumlah peralatan peracikan, di antaranya empat botol liquid biasa, 10 alat suntik, plastik pembungkus, serta stiker merek PARIS dan LA yang diduga digunakan untuk mengelabui pembeli.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner