SPMB di Batam 14 Kali Diretas, Pemkot Belum Pastikan Data Bocor

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan kebocoran data sistem penerimaan murid baru (SPMB) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau membuat resah para orang tua calon siswa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam mencatat ada 14 kali percobaan aktivitas yang tidak sesuai dengan prosedur operasional sistem SPMB. Dia menjelaskan, secara normal pengguna hanya melakukan registrasi akun, mengunggah dokumen persyaratan, memilih sekolah tujuan, lalu menerima bukti pendaftaran. Namun ditemukan sejumlah aktivitas lain yang dinilai mencurigakan.

"Ada 14 kali percobaan yang tidak sesuai SOP. Kita kategorikan sebagai upaya peretasan karena ada aktivitas yang mencoba masuk ke sistem di luar mekanisme yang semestinya," kata Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Rudi Panjaitan saat dikonfirmasi Liputan6.com. Rabu (17/6/2026).

Meski demikian, Rudi menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah percobaan tersebut berhasil mengakses atau mengambil data peserta. "Itu yang sedang kita pastikan melalui audit. Apakah hanya percobaan atau memang ada data yang berhasil diambil secara tidak sah," katanya.

Terkait kabar 1.495 data pendaftar SPMB diduga diretas, Diskominfo Batam menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan audit keamanan sistem.

"Kita harus pastikan dulu betul atau tidak data itu bocor. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya orang tua calon siswa," ucap Ruddy. 

Menurut dia, Pemkot Batam telah mengirim surat kepada BSSN sejak Senin lalu, dua hari setelah munculnya dugaan insiden siber tersebut. Langkah itu dilakukan untuk meminta audit teknologi informasi sekaligus mitigasi terhadap potensi ancaman keamanan data.

"Kami sudah menyurati BSSN. Dalam satu dua hari ini langsung dilakukan audit. Bukan sekadar audiensi, tetapi audit terhadap sistem dan aplikasi yang digunakan," ujarnya.

Selain melakukan audit, Pemko Batam juga berupaya mengidentifikasi pelaku di balik dugaan serangan siber tersebut. Kominfo bersama BSSN dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan menelusuri jejak digital, termasuk alamat IP dan motif pelaku.

"Kita ingin tahu siapa yang melakukan, dari mana aktivitas itu dilakukan, dan apa tujuannya. Karena ini dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi," ujarnya.

Jika nantinya ditemukan adanya data yang berhasil diakses pihak lain, Pemko Batam akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk sektor perbankan, guna mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi masyarakat.

"Kita akan lakukan mitigasi. Kalau memang ada data yang diambil, kita akan koordinasi dengan pihak terkait agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas digital, pinjaman online, atau transaksi lainnya," kata Rudi.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Ruddy memastikan proses SPMB tetap berjalan sesuai prosedur dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

"SPMB harus tetap berjalan karena tujuannya untuk memudahkan masyarakat. Sementara itu, kami terus melakukan investigasi dan langkah pengamanan bersama BSSN," ujarnya.

Ia pun mengimbau para orang tua calon siswa agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait dugaan kebocoran data tersebut.

"Kami minta masyarakat tetap tenang. Semua sedang kami telusuri dan audit secara menyeluruh," ucapnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner