Liputan6.com, Jakarta - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung menegaskan bahwa gugus Pulau Anak Krakatau bukan destinasi wisata yang bisa dikunjungi secara bebas. Pernyataan ini ditegaskan setelah viral foto dan video pengunjung yang berada di sekitar pulau vulkanik tersebut.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung Itno Itoyo mengatakan, masih banyak masyarakat yang salah memahami status kawasan tersebut. Menurut dia, sebagian orang menganggap Pulau Anak Krakatau aman dikunjungi selama tidak terjadi erupsi besar.
"Perlu dipahami bahwa cagar alam Gugus Pulau Anak Krakatau bukan destinasi wisata. Sesuai fungsi dan peruntukannya, kegiatan yang dapat dilakukan di kawasan ini terbatas untuk penelitian, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penyadartahuan konservasi yang telah memperoleh izin sesuai ketentuan," ujar Itno, Rabu (17/6/2026).
Dia menegaskan, meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau terlihat normal, status kawasan konservasi tidak berubah. Karena itu, wisata umum tetap dilarang dilakukan di area tersebut.
"Tolak ukur boleh atau tidaknya aktivitas wisata di kawasan ini bukan semata-mata kondisi gunung api. Aman maupun tidak aman dari sisi aktivitas vulkanik, status kawasan tetap tidak berubah," tegasnya.
Menurut Itno, Gugus Pulau Anak Krakatau berstatus cagar alam yang memiliki fungsi utama melindungi ekosistem dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Akses ke kawasan itu hanya dapat dilakukan melalui mekanisme perizinan resmi.
"Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau adalah kawasan konservasi yang tidak diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata," katanya.
Selain berstatus kawasan konservasi, Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berada pada status level II atau waspada berdasarkan pemantauan PVMBG. Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung dan potensi erupsi tetap ada sewaktu-waktu.
Atas kondisi itu, dia meminta operator wisata, pemilik kapal, pemandu perjalanan, hingga masyarakat untuk tidak menawarkan maupun mempromosikan perjalanan wisata menuju kawasan Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk mematuhi ketentuan kawasan konservasi dan rekomendasi PVMBG demi keselamatan bersama. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ketika Gunung Anak Krakatau terlihat tenang, kawasan ini dapat dijadikan tujuan wisata," bebernya.
Itno memastikan akan terus berkoordinasi dengan PVMBG, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperketat pengawasan kawasan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Kemunculan pengunjung di kawasan Gunung Anak Krakatau menjadi peringatan bahwa pesona alam tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan dan aturan konservasi. Di balik keindahan gugusan pulau vulkanik di Selat Sunda, terdapat kawasan lindung sekaligus gunung api aktif yang aktivitasnya terus dipantau.
"Masyarakat yang ingin menikmati panorama Krakatau diimbau memilih lokasi yang diperbolehkan dan tidak memasuki kawasan cagar alam tanpa izin resmi," tegasnya.

4 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261148/original/046694300_1781685840-IMG-20260617-WA0041_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261130/original/021934100_1781683856-1000857162.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261112/original/050119800_1781681409-20260617_095218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258578/original/046027800_1781365644-elis_kumara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260650/original/038398400_1781618153-tjahnom__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261003/original/086719700_1781672452-KPK_sita_aset_milik_Bupati_Pekalongan_nonaktif_Fadia_Arafiq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260543/original/020308500_1781600359-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260933/original/073962100_1781669949-1001366788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5336127/original/051928400_1756861799-WhatsApp_Image_2025-09-02_at_17.48.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258541/original/049441500_1781358286-somah__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260893/original/074591800_1781668334-362834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260359/original/038934600_1781588341-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6461876/original/048016500_1779324747-napi-kasus-narkoba-di-lp-banda-aceh-tiba-tiba-meninggal-dunia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260600/original/015820700_1781607451-dok-ditjenpas-sulsel-4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260505/original/011038600_1781598396-IMG_20260616_131759.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260446/original/020744100_1781594191-IMG_20260616_120038.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511854/original/021153700_1771918936-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515159/original/013988600_1772163544-Penemuan_potongan_tubuh_di_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009429/original/017937800_1651117586-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4002342/original/071823600_1650541238-20220421_173113.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513754/original/079309000_1772064124-John_Tobing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514719/original/002107400_1772102114-1000601182.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514623/original/023780000_1772097662-John_Tobing_dan_Afnan_Malay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534028/original/002692300_1773806214-TKP_pria_di_Pringsewu__Lampung_ditemukan_tewas_gantung_diri_di_rumah_tunangannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506177/original/056520100_1771409863-Screenshot_2026-02-18-16-35-53-36.jpg)