Perayaan Muharram di Sekolah Demak Panen Hujatan

8 hours ago 5

Liputan6.com, Demak - Penyelenggaraan Gebyar Muharram ke-16 di kompleks MTs-MA NU Mranggen, Demak Jawa Tengah, menuai respons negatif di kalangan masyarakat.

Pihak sekolah di bawah lembaga pendidikan Ma'arif itu dinilai sembrono karena mengundang grup drum band dari luar sekolah berpakaian minim. Alih-alih mendapat dukungan dan respons positif, pihak sekolah malah mendapat hujatan. 

Masyarakat menilai, kostum pemain drumband yang mempertontonkan aurat tidak cocok untuk mengisi acara peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, apalagi di lingkungan sekolah berlabel sekolah Islam.

Usai videonya tersebar dan viral, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf. Pihak lembaga MTs-MA NU Mranggen mengaku menyesal. Selain itu, menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. ‎

Permintaan maaf itu diungkapkan ‎Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir. Ia membenarkan video yang viral itu merupakan agenda yang digelar pada 16 Juni 2026 di sekolah setempat.

Menurut Abdul, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan tiap tahun menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

"Acara tersebut tidak hanya menampilkan parade drumband, tetapi juga diisi berbagai kegiatan keagamaan dan penghargaan bagi siswa berprestasi," ujar Abdul Kodir, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/6/2026). ‎ ‎

Abdul Kodir menyebut, penampilan hiburan yang menjadi sorotan berasal dari kelompok drum band umum. Mereka ikut meramaikan kegiatan tersebut di sekolah setempat.

Menurut Abdul Kodir, kehadiran grup drumband itu berasal dari kelompok umur di luar sekolah. Pihaknya juga menegaskan bahwa para penampil grup drumband bukan berasal dari siswa MTs NU Mranggen.

‎‎"Tampilan yang viral itu berasal dari grup drumband umum. Bukan dari siswa MTs NU Mranggen maupun peserta pelajar yang mengikuti kegiatan ini," terang Abdul Kodir. ‎

Abdul ‎Kodir mengakui bahwa pihak panitia penyelenggara sebenarnya telah memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjaga etika dan ketertiban.

"Selain itu, menyesuaikan penampilan dengan karakter kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan dan keagamaan. Arahan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat teknis sebelum acara digelar," papar Abdul Kodir. ‎ ‎

Namun saat hari H penyelenggaraan acara, pihak panitia mengaku tidak menduga akan muncul penampilan grup drumband yang memicu perbincangan publik.

Karena itu, pihak MTs-MA NU Mranggen mengaku siap menerima berbagai masukan yang berkembang usai kejadian tersebut. Pihak sekolah setempat siap melakukan pembenahan pada penyelenggaraan kegiatan berikutnya. ‎ ‎

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner