Penjelasan Taman Nasional Komodo soal Protes Puluhan Wisatawan Asing Usai Ditolak Masuk Petugas

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 24 wisatawan yang menggunakan kapal cepat Speed Shiena terpaksa batal menaiki puncak Pulau Padar, Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, NTT. Mereka ditolak petugas karena kuota kunjungan harian di salah satu destinasi favorit Taman Nasional Komodo (TNK) tersebut telah terpenuhi.

Wisatawan sempat melakukan protes ke petugas karena kecewa tidak bisa menikmati pemandangan ikonik di lokasi tersebut. Insiden yang terekam dalam video dan viral di media sosial ini memicu berbagai respons publik.

Penjelasan Balai Taman Nasional Komodo

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menduga kejadian itu karena para pengunjung belum memahami secara jelas ketentuan pembatasan atau kuota yang diberlakukan pihaknya.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kemungkinan besar pengunjung tersebut belum mengetahui secara jelas mengenai ketentuan kuota kunjungan di TN Komodo," ujar Hendrikus, Rabu 8 April 2026.

Ia mengimbau agar seluruh agen perjalanan, operator tur, dan pemandu wisata dapat menyampaikan informasi secara transparan sebelum berangkat, sehingga kejadian serupa dapat dihindari.

"Teman-teman operator sebenarnya sudah tahu tidak ada tiket. Harusnya selalu perhatikan kuota yang tersedia," tegasnya.

Kuota 1.000 Pengunjung per Hari

Hendrikus menjelaskan pada masa high season, kuota yang tidak terpakai dari hari-hari sebelumnya akan didistribusikan kembali untuk mengakomodasi tingginya minat wisatawan. Namun, batas maksimal tetap harus dijaga demi kelestarian alam.

Sejak 1 April 2026, BTNK resmi menerapkan kebijakan pembatasan jumlah pengunjung dengan total kuota maksimal 365.000 orang per tahun atau rata-rata 1.000 orang per hari.

Kebijakan ini diambil berdasarkan standar konservasi internasional dan selaras dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Standar konservasi internasional menjadi landasan kita, prinsip global yang menyatukan metode desain, manajemen, dan pemantauan untuk dampak yang berkelanjutan," tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner