Penantian Warga 15 Tahun, Jembatan Sasak di Kelurahan Sambeng Kini Bersalin Rupa Jadi Beton

8 hours ago 3

Liputan6.com, Boyolali - Jembatan berbahan sasak bambu di Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, kini bersalin rupa menjadi jembatan permanen dengan material beton. Proyek pembangunan jembatan ini telah dinanti-nanti warga selama 15 tahun.

Lurah Sambeng Bambang Budiono menuturkan warga sudah mengajukan perbaikan dan pembangunan jembatan sejak 15 tahun lalu hingga akhirnya diwujudkan pada tahun ini di era kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. 

“Dari awal jembatan sasak sudah mengajukan selama 15 tahun. Kemudian sekarang sudah mulai dibangun dengan jembatan beton dengan programnya Bapak Prabowo,” ujar Bambang saat diwawancara. 

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah menyetujui untuk pembangunan Jembatan Beton Merah Putih ini,” tambahnya.

Seorang warga setempat juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prabowo. Ia mengatakan warga sangat antusias dan senang dengan pembangunan jembatan beton ini karena bisa memperkuat akses serta aktivitas ekonomi warga.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena untuk akses anak-anak sekolah, akses hasil pertanian bisa melancarkan, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada personel TNI yang bahu-membahu membangun jembatan permanen di Kelurahan Sambeng. Ia mengatakan selama ini jembatan sasak bambu yang ada sangat rapuh. Jika hujan deras biasanya tersapu air.

“Saya terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang semangat giat, terutama Bapak Kodim 07/24 Boyolali, sudah dibantu melalui jembatan permanen ini yang dulu-dulu pakai sasak, kalau hujan, banjir, hanyut,” katanya.

Personel Babinsa setempat, Sersan Kepala Asmara, juga mengaku turut senang dengan pembangunan jembatan ini. Ia berharap program unggulan Presiden ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan memperlancar akses warga ke berbagai tempat.

“Alhamdulillah pembangunan jembatan yang diajukan 15 tahun bisa terealisasi saat ini,” kata Asmara.

“Semoga bisa memperlancar akses keluar, ke Pasar Juwangi kurang lebih 2 kilometer, sehingga memperlancar ekonomi masyarakat. Kemudian, ini juga (menjadi) jalur alternatif, apabila jalur utama digunakan misal untuk hajatan, maka bisa lewat ini. Ini juga jalur alternatif ke Kelurahan dan SDN 1,” ucap dia.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner