Pemicu Ledakan Pabrik di Semarang yang Tewaskan 1 Karyawan

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan hebat di Pabrik Raw Botanical Industri yang berlokasi di kawasan Industri Candi Tahap V Blok 21A, Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). Ledakan hebat berasal dari mesin proses produksi bahan baku jamu. Insiden tersebut menyebabkan satu orang tewas dan tujuh karyawan pabrik terluka parah.

Kencangnya getaran ledakan menyebabkan atap pabrik ambrol dan menimbulkan asap hitam tebal membumbung tinggi. Kejadian itu membuat panik karyawan pabrik yang pagi itu sedang bekerja. Mereka berlarian menyelamatkan diri. Saat bersamaan, atap pabrik ambrol.

"Akibat kejadian itu, satu korban meninggal dunia dan tujuh mengalami luka bakar. Semua korban sudah dievakuasi ke rumah sakit " ujar Kompol Aliet yang ditemui di lokasi kejadian Rabu (1/7/2026).

Kronologi Kejadian

Saat peristiwa itu terjadi, saat pabrik tengah proses produksi. Tiba-tiba terdengar suara ledakan hebat disertai asap tebal yang membumbung tinggi.

"Dampak dari ledakan, sebagian atap bangunan ada yang runtuh dan menimpa para pekerja yang ada di ruangan tersebut," terang Aliet.

Korban meninggal diketahui bernama Brian. Sedangkan sembilan orang pekerja lainnya luka berat hingga ringan karena tertimpa material bangunan yang rusak.

Sementara itu, pekerja ekspedisi yang kebetulan ada di lokasi mengaku kaget mendengar ledakan. "Suaranya mirip ban truk yang meledak, namun lebih kencang hingga kaca kantor kami pecah," terang saksi yang enggan di sebut namanya.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dan tiga ambulans dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan penanganan serta mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

Penyebab Pasti Masih Diselidiki

Petugas dari Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut. Wakil Komandan Regu (Wandanton) Damkar Kota Semarang, Bambang Setiawan menduga ledakan dipicu tekanan tinggi pada mesin blower yang digunakan dalam proses produksi. Sebelum meledak, mesin disebut mengeluarkan panas tidak normal. Saat hendak diperiksa petugas, ledakan lebih dulu terjadi.

"Indikasi awal karena tekanan tinggi pada mesin. Dari jarak satu hingga dua meter saja panasnya sudah terasa. Saat hendak dicek, mesin langsung meledak," ujar Bambang.

Ia menegaskan kerusakan bangunan di lokasi merupakan dampak ledakan, bukan akibat kebakaran. Kondisi itu terlihat dari tidak adanya bekas hangus maupun kepulan asap di area pabrik.

"Yang terlihat adalah efek ledakan. Atap dan material bangunan runtuh, bukan terbakar," jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner