Napi Ditikam Diduga Karena Lapor Pesta Narkoba di Lapas, Ditjenpas Sulsel Angkat Suara

11 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan membantah kabar tentang adanya pesta narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar. Kabar ini beredar menyusul insiden penikaman seorang narapidana yang diduga melaporkan penyalahgunaan narkoba di lapas itu.

"Hasil pemeriksaan serta tes urine yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak terkait dengan penyalahgunaan narkoba sebagaimana yang diberitakan," ujar Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi mengklarifikasi kejadian itu di Makassar, Selasa (16/6/2026). Seperti dilansir Antara.

Mulyadi membantah insiden penikaman narapidana di Lapas Makassar dipicu adanya penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden itu berawal dari kesalahpahaman antarpenghuni kamar di dalam sel lapas.

Dia menceritakan, awalnya seorang warga binaan baru berinisial MC menempati kamar sel itu dan sering ditegur penghuni kamar lain karena mengganggu ketertiban. Khususnya pada saat pelaksanaan ibadah shalat.

Merasa tersinggung ditegur, terjadi adu mulut yang berujung perkelahian antarwarga binaan. Dalam kondisi emosi, terjadi keributan dan melibatkan warga binaan lainnya sehingga terjadi kekerasan fisik.

Korban MC dikeroyok tiga orang narapidana berinisial BG, AR, dan FR pada 25 Mei 2026 di kamar blok lapas. Usai kejadian itu, kondisi korban sejauh ini berangsur-angsur pulih. Luka tusukan di badan korban mulai mengering dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun keluhan

Mulyadi menegaskan, tidak benar pemberitaan yang beredar berkaitan dugaan pelaporan penyalahgunaan narkoba oleh korban di Lapas Makassar berujung insiden penikaman tersebut.

Kepastian itu setelah dilaksanakan pemeriksaan pada Senin (15/6), yang dipimpin Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel di Lapas.

Tim Satops Patnal turut melaksanakan tes urine terhadap empat warga binaan yang terlibat. Hasilnya, seluruh warga binaan dinyatakan negatif penyalahgunaan narkoba. Insiden yang terjadi merupakan konflik antarwarga binaan yang dipicu kesalahpahaman. Dia menegaskan, konflik antar napi tidak berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di dalam Lapas Kelas I Makassar.

"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang dengan cepat, objektif, dan transparan. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Sulsel," katanya.

Para pihak yang terlibat dalam insiden itu telah menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan menandatangani surat pernyataan damai.

Pelaku dan korban sepakat saling memaafkan, tidak memperpanjang permasalahan, tidak membalas dan berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban serta mematuhi tata tertib dalam lapas.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner