Makin Praktis dan Modern, Teras BRI Sukses Dorong Pedagang Pasar Beringharjo Melek Transaksi Digital

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pasar Beringharjo dikenal sebagai salah satu pusat pasar perekonomian tradisional di Jantung Kota Yogyakarta dan kini terus beradaptasi di tengah derasnya arus modernisasi. Guna memperkuat daya sang para pedagang, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hadir secara nyata melalui unit Teras BRI Beringharjo. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen perbankan dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas ke ekosistem digital.

Kehadiran fisik perbankan di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional bukan tanpa alasan kuat. Hubungan emosional dan pendampingan secara langsung dinilai jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan otomatisasi mesin modern. Hal inilah yang mendasari strategi BRI dalam melakukan pendekatan humanis kepada para pedagang pasar konvensional.

Branch Office Head BRI Katamso, Irfan Muchsin Pratama menjelaskan alasan utama di balik hadirnya unit Teras BRI tepat di dalam area Pasar Beringharjo. Menurutnya, karakteristik pasar yang didominasi oleh pelaku usaha kecil sangat selaras dengan visi utama bisnis BRI.

"Jadi BRI berfokus pada portofolio UMKM, sehingga kehadiran kami di Pasar Beringharjo sangatlah tepat. Kami ingin mendekatkan layanan perbankan secara nyata, bukan hanya melalui mesin, tetapi juga kehadiran SDM langsung. Tujuannya adalah untuk mendampingi pelaku usaha yang masih bertransaksi secara tradisional serta mengedukasi mereka agar lebih melek terhadap literasi keuangan dan transaksi digital," jelas Irfan saat diwawancarai langsung oleh Liputan6 di BRI KC Yogyakarta Katamso  pada Rabu (17/6/2026).

Menjadi Jembatan Ekosistem Transaksi Digital

Irfan menilai bahwa percepatan adaptasi teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa adanya tuntunan langsung di lapangan. Pedagang tradisional membutuhkan figur yang dapat dipercaya untuk memandu mereka keluar dari zona nyaman transaksi konvensional.

Keterbatasan waktu sering kali menjadi kendala utama bagi para pedagang pasar untuk mengurus administrasi keuangan mereka ke kantor bank. Maka dari itu, Teras BRI mengambil peran krusial sebagai solusi jemput bola yang memangkas jarak dan waktu.

"Teras BRI berperan sebagai jembatan penyambung antara layanan perbankan dengan kebutuhan pedagang di Pasar Beringharjo yang memiliki keterbatasan waktu. Kami hadir langsung untuk mendampingi mereka dalam mempercepat transaksi, mendorong digitalisasi, serta memperluas akses permodalan. Tujuan akhirnya adalah membantu para nasabah mengembangkan usaha dan meningkatkan keuntungan mereka," ungkap Irfan.

Layanan Utama yang Menjawab Kebutuhan Pasar

Dalam operasional sehari-hari, Teras BRI di Pasar Beringharjo menghadirkan tiga pilar layanan utama yang dirancang khusus sesuai dengan dinamika aktivitas pedagang dan pengunjung pasar. Ketiga layanan ini menjadi tumpuan utama perputaran uang di ekosistem tersebut.

"Teras BRI di Pasar Beringharjo menghadirkan tiga layanan utama. Pertama, kemudahan menabung melalui fasilitas pick-up service, di mana petugas datang langsung menjemput dana agar pedagang tidak perlu keluar pasar. Kedua, penyelesaian kendala transaksi perbankan di tempat yang kualitasnya setara dengan kantor unit.” Kata Irfan.

“Ketiga, percepatan digitalisasi melalui edukasi dan pembuatan BRImo serta QRIS. Mengingat lokasi pasar di pusat kota yang banyak dikunjungi pembeli luar daerah pengguna QRIS, pendampingan langsung ini sangat penting untuk mengedukasi pedagang tradisional mengenai cara penggunaan dan keamanan transaksi digital," papar Irfan secara mendalam.

Respons Positif dan Tantangan Keamanan Transaksi Digital

Inovasi digital seperti pemanfaatan QRIS dan aplikasi BRImo di pasar tradisional tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Namun, pendekatan intensif yang dilakukan oleh jajaran petugas Teras BRI berhasil membuahkan hasil berupa kepercayaan dan respon yang sangat baik dari komunitas pedagang.

"Hingga saat ini, tanggapan para pedagang sangat positif karena keberadaan kantor kami di dalam pasar memberikan solusi atas kebutuhan mereka tanpa harus meninggalkan lapak terlalu lama. Selain mendekatkan layanan, kunci keberhasilan ini terletak pada kehadiran petugas yang mendampingi dan mengajari mereka secara langsung. Tantangan perbankan saat ini bukan hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga menjamin keamanannya. Melalui edukasi tatap muka yang berkelanjutan mengenai keamanan digital, para pedagang menjadi lebih percaya diri dan yakin bahwa transaksi yang mereka lakukan tetap aman," kata Irfan.

Sebagai bentuk dukungan jangka panjang terhadap keberlangsungan bisnis di Pasar Beringharjo, BRI telah merumuskan formula strategis demi kemajuan bersama.

"BRI menegaskan komitmennya di Pasar Beringharjo melalui tiga langkah strategis. Pertama, memperkuat komitmen sebagai mitra utama bagi para pelaku UMKM setempat. Kedua, meningkatkan kualitas layanan digital yang diimbangi dengan edukasi dan jaminan keamanan transaksi secara berkelanjutan. Ketiga, memperluas akses pembiayaan modal yang disertai dengan pendampingan usaha yang intensif. Melalui sinergi ini, BRI tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga mendampingi pedagang agar dapat bertumbuh dan berkembang bersama," tegas Irfan.

Edukasi dengan Penuh Semangat dan Kesabaran

Keberhasilan penetrasi layanan Teras BRI tentunya tidak lepas dari dedikasi para petugas di lapangan yang berinteraksi langsung dengan nasabah setiap hari. Azra Laila Dewi selaku Teller Pick Up Servis BRI Teras Beringharjo menceritakan realita tantangan yang dihadapinya, terutama terkait faktor demografis pedagang.

"Tantangan utama yang dihadapi di Pasar Beringharjo adalah mayoritas pedagang merupakan lansia yang masih enggan beralih ke sistem digital dan lebih memilih bertransaksi langsung melalui teller, baik untuk transfer maupun setor tunai. Menghadapi kendala tersebut, Teras BRI mengambil langkah proaktif dengan memberikan edukasi langsung secara sabar dan berkelanjutan. Petugas di lapangan mendampingi para pedagang senior ini untuk belajar menggunakan aplikasi BRImo serta memanfaatkan mesin ATM untuk setor tunai secara mandiri," ujar Azra.

Azra juga membenarkan bahwa para pedagang merespons kehadiran mereka dengan tangan terbuka. Layanan jemput bola atau pick-up service terbukti menjadi primadona karena memberikan fleksibilitas penuh bagi pedagang yang tidak bisa meninggalkan toko mereka sedetik pun.

“Para pedagang merespon sangat positif dan merasa sangat terbantu karena mereka sebenarnya tidak punya waktu untuk meninggalkan toko. Dengan adanya Teras BRI, mereka tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke kantor unit lain. Ditambah lagi ada layanan pick-up service, jadi kami dari pihak bank yang langsung datang ke toko mereka untuk mengambil setoran. Mereka pun bisa tetap berjualan seperti biasa,” kata Azra dengan antusias.

Solidaritas dan Rasa Kekeluargaan yang Kental di Pasar Beringharjo

Lebih dari sekadar hubungan antara nasabah dan lembaga perbankan, interaksi harian di Teras BRI Beringharjo telah memupuk nilai-nilai sosial yang mendalam. Bagi Azra yang merupakan seorang perantau, kehangatan para pedagang setempat memberikan kesan mendalam tersendiri selama ia mengemban tugas.

"Sebagai pendatang yang bukan asli Yogyakarta, banyak pengalaman berkesan yang saya rasakan selama bertugas. Salah satunya adalah rasa kekeluargaan dan solidaritas yang sangat kuat di dalam paguyuban pedagang. Hubungan baik ini terwujud secara nyata, bahkan saat pihak BRI menghadapi kendala di lapangan, para pedagang dengan sukarela ikut mengulurkan tangan untuk membantu," pungkas Azra menutup pembicaraan.

Kehadiran ragam fitur digital dari Teras BRI tidak hanya mempermudah urusan internal pedagang, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas terhadap para pendatang. Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh Nita (40), salah seorang pedagang di Pasar Beringharjo yang kini telah beralih menggunakan fasilitas QRIS BRI untuk mendukung kelancaran usahanya.

Saat diwawancarai oleh Liputan6.com, Nita mengungkapkan bahwa adopsi transaksi nontunai ini menjadi jawaban atas perubahan tren belanja masyarakat saat ini, terutama para pelancong yang menjadi pelanggan utamanya.

"Jaman sekarang itu sudah berubah, banyak sekali wisatawan yang datang ke sini menggunakan uang digital. Dengan adanya QRIS dari BRI ini, saya pribadi merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi repot menyiapkan uang kembalian dan transaksi jadi jauh lebih cepat," ungkap Nita kepada Liputan6.com.

Bukan tanpa alasan Nita menjatuhkan pilihannya pada bank pelat merah ini. Baginya, luasnya jaringan dan kemudahan dalam mendapatkan akses layanan menjadi pertimbangan utama yang sangat menguntungkan para pelaku usaha di dalam pasar.

"Alasan saya memilih BRI karena jangkauannya yang sangat luas dan mengurusnya pun jauh lebih mudah. Terlebih dengan adanya Teras BRI yang lokasinya tidak jauh dari tempat usaha saya, jadi kalau ada apa-apa tidak perlu keluar pasar. Bahkan, setiap kali saya ke sana, saya selalu mendapat layanan yang sangat baik dan ramah dari para petugasnya," tambah Nita semringah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner