Mahasiswa Pergoki Intel Polda Yogyakarta Masuk Kampus UMY

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Seorang intel dari Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditangkap oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). Intel ini dianggap mahasiswa masuk ke area kampus tanpa izin.

Penangkapan intel ini sempat direkam dan diunggah di akun Instagram @umy_bergerak. Aksi penangkapan intel yang masuk ke UMY ini menjadi viral di media sosial.

Penangkapan ini dilakukan mahasiswa usai melakukan sepulang dari aksi demonstrasi di titik nol kilometer Yogyakarta.

Dalam video itu, intel yang belakangan diketahui bernama Dafa dengan pangkat brigadir polisi ini sempat diminta untuk meminta maaf kepada mahasiswa. Di depan puluhan mahasiswa, intel tersebut meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulang aksi serupa masuk ke dalam UMY.

Terkait peristiwa itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan memberikan penjelasannya. Ihsan membenarkan jika personel intel yang diamankan mahasiswa itu merupakan anggota Polda DIY.

Ihsan menerangkan personel itu mendapatkan surat perintah untuk bertugas melakukan pemantauan aksi dan memastikan seluruh rangkaian aksi berlangsung aman, termasuk saat para peserta kembali ke kampus masing-masing.

“Anggota tersebut benar anggota Polda DIY dan merupakan petugas yang terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum pada hari ini,” ucap Ihsan.

“Adapun keberadaan personel tersebut di lokasi merupakan bagian dari penugasan pemantauan untuk memastikan peserta aksi kembali ke kampus dengan aman dan selamat,” lanjut Ihsan.

Ihsan mengungkapkan di hari yang sama, Polda DIY dan Polresta Yogyakarta mengawal demonstrasi di kawasan titik nol kilometer Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.57 WIB hingga 17.27 WIB itu diikuti sekira 470 peserta dari aliansi UMY Bergerak dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk mengawal jalannya aksi, lanjut Ihsan, kepolisian menerapkan pendekatan persuasif dan humanis, mulai dari titik keberangkatan massa hingga kepulangan peserta ke kampus. Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar Titik Nol Kilometer agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Kepolisian hadir untuk memberikan pelayanan agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan tertib serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kami menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” tutur Ihsan.

Terkait insiden yang memicu beredarnya video tersebut, Ihsan menyebut persoalan itu telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak kampus serta mahasiswa.

“Situasi saat ini kondusif. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas komunikasi dan koordinasi yang terjalin sangat baik sehingga kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik, dan anggota kami telah kembali ke Polda,” tutup Ihsan.

Reporter: Merdeka.com/Purnomo Edi

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner