Ledakan Grand Polonia: 1 Korban Tewas, 2 Masih Tertimbun

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pascaledakan hebat yang diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah di Kompleks Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, terus berpacu dengan waktu.

Di tengah puing-puing bangunan yang hancur, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, terdapat tujuh orang yang berada di lokasi saat ledakan yang meruntuhkan bangunan tersebut. Dari jumlah itu, empat orang berhasil selamat, yakni seorang balita berusia 2 tahun bernama Jeavelin, seorang sopir bernama Hasan, seorang kurir paket, serta satu korban lainnya.

Di tengah proses evakuasi, satu korban meninggal dunia berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (21/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.20 WIB. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani proses identifikasi.

"Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif. Alhamdulillah pagi ini pukul 02.20 WIB satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara," kata Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika.

Dua Korban Masih Tertimbun

Hingga kini, tim penyelamat masih memfokuskan upaya pencarian terhadap dua korban lainnya yang dilaporkan masih tertimbun material reruntuhan bangunan.

Dalam operasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan mengerahkan 15 personel Urban Search and Rescue (USAR). Tim dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

Strategi pertama dilakukan dengan memanfaatkan drone thermal untuk memetakan dan mengidentifikasi posisi tubuh manusia yang diduga berada di bawah timbunan material.

Strategi kedua dilakukan melalui metode penyisiran (ASR 1) untuk memetakan area berbahaya sekaligus mengamankan struktur bangunan yang berpotensi mengalami reruntuhan susulan.

Sementara strategi ketiga dilakukan melalui penetrasi cepat menggunakan peralatan ekstrikasi berat guna membuka akses menuju titik-titik yang menjadi prioritas pencarian korban.

Turunkan Alat Berat

Operasi SAR berskala besar tersebut melibatkan Basarnas Medan, Brimob Polda Sumatera Utara, Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Saka SAR, hingga pemerintah daerah setempat.

Sejumlah peralatan berat seperti rescue truck, crane, alat pemotong, hingga peralatan medis juga disiagakan untuk mendukung proses evakuasi.

Sebelumnya, suasana sore yang tenang di tengah guyuran hujan mendadak berubah mencekam bagi warga yang berada di kawasan Grand Polonia, Medan, pada Senin (20/7/2026).

Sebuah ledakan menghancurkan rumah dua lantai bernomor 3B saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut. Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner