Kronologi Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Pantai Lampung Selatan

20 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia yang sebagian terkubur pasir di bibir pantai. Saat dievakuasi, petugas menemukan kondisi kerangka tersebut tidak memiliki tengkorak kepala. Penemuan berawal ketika seorang warga sedang mencari barang bekas di sepanjang pesisir Pantai Legundi.

Saat menyusuri pantai, saksi mencium bau menyengat yang berasal dari tumpukan pasir. Setelah didekati, ia melihat celana berwarna biru yang sebagian tertutup pasir. Karena penasaran, saksi memeriksa lebih lanjut dan mendapati kerangka manusia dalam kondisi membusuk.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala dusun dan Kepala Desa Legundi, yang selanjutnya meneruskan informasi itu ke Polsek Penengahan serta petugas Puskesmas Ketapang.

Petugas kepolisian bersama personel TNI dan tim medis langsung mengevakuasi kerangka dari lokasi. Tulang belulang korban kemudian dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk menjalani pemeriksaan forensik sekaligus proses identifikasi.

Kasatreskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Boyoh mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kerangka masih mengenakan celana antiair berwarna biru dan kaus hitam. Namun, petugas tidak menemukan identitas maupun barang berharga di sekitar lokasi.

"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kerangka ditemukan masih mengenakan celana antiair berwarna biru dan kaus hitam. Tidak ditemukan identitas maupun barang berharga milik korban di sekitar lokasi. Tidak ditemukan kerangka kepala," ujar Stefanus, Minggu (19/7/2026).

Satreskrim Polres Lampung Selatan telah berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk mengungkap identitas korban. Berdasarkan analisis sementara, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam.

Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut agar segera melapor ke Polres Lampung Selatan.

"Tim masih bekerja untuk mengetahui identitasnya. Kalau ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut, silakan mendatangi Polres Lampung Selatan," pungkas Stefanus.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner