Kisah Haru Jemaah Haji Kepri, Menolong Sesama hingga Akhir Hayat di Mina

14 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kepulangan Kloter 1 Debarkasi Batam menyisakan cerita haru yang akan terus dikenang para petugas dan jemaah haji asal Kepulauan Riau.

Di balik kebahagiaan ratusan jemaah yang kembali ke Tanah Air, ada kisah pengabdian, perjuangan, dan duka dari tiga jemaah asal Kepri yang mengalami musibah saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Petugas Haji Daerah (PHD) Kepulauan Riau, Haryun Sagita, yang mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji, mengaku bersyukur seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Namun, ia tak bisa melupakan peristiwa yang menimpa salah seorang jemaah asal Kabupaten Lingga, Ahmad Fajar, yang wafat setelah menjalankan lempar jumrah di Mina.

"Alhamdulillah kami sudah tiba kembali di Tanah Air. Secara umum pelaksanaan ibadah berjalan baik, pelayanan luar biasa, mulai dari keberangkatan, hotel, transportasi, hingga konsumsi.

"Tetapi ada beberapa peristiwa yang sangat membekas bagi kami sebagai petugas," kata Haryun. Sebagai petugas yang ditugaskan mendampingi jemaah dari berbagai kabupaten dan kota di Kepri, Haryun mengaku tugasnya tidak ringan.

Selain membantu proses ibadah, ia juga harus mendampingi jemaah sakit, mengantar ke rumah sakit, mendorong kursi roda, hingga membantu jemaah yang tersesat di tengah lautan manusia saat puncak haji.

Peristiwa paling berkesan baginya adalah kisah Ahmad Fajar, seorang jemaah yang dikenal peduli terhadap sesama.

Menurut Haryun, saat itu kondisi Ahmad Fajar dalam keadaan sehat. Mereka bersama-sama menuju lokasi lempar jumrah di Jamarat setelah bermalam di Mina.

"Beliau sebenarnya sehat. Pagi itu kami bersama-sama berangkat. Karena kehilangan alas kaki, beliau sempat tertinggal dari rombongan. Setelah lempar jumrah selesai, suasana sangat padat dan kami terpisah," ujarnya.

Di tengah jutaan jemaah yang memadati kawasan Mina dan Jamarat, Ahmad Fajar justru memilih membantu beberapa jemaah lain yang mengalami kelelahan dan sakit.

"Beliau ikut membantu jemaah yang sakit. Mungkin karena kelelahan, cuaca panas, ditambah sempat tersesat saat mencari jalan pulang ke hotel, kondisinya menurun," kata Haryun.

Jalan yang seharusnya mengarah ke hotel justru membawanya kembali ke arah Mina. Dalam kondisi bingung dan kelelahan, Ahmad Fajar akhirnya jatuh dan tidak sadarkan diri.

Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun takdir berkata lain. Menjelang waktu Magrib pada hari yang sama, Ahmad Fajar mengembuskan napas terakhir.

"Siangnya beliau jatuh, kemudian dirawat. Sebelum Magrib beliau meninggal dunia. Beliau wafat setelah membantu orang lain yang sakit dan dalam kondisi sangat kelelahan," tutur Haryun dengan suara lirih.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner