Kisah Harimau Kyai Batua dan Sinta, dari Kehilangan Kaki Kini Lahirkan Generasi Baru

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Dua anak Harimau Sumatera lahir di Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung pada 14 Februari 2026. Kelahiran itu menjadi momen langka sekaligus penuh haru. Dua bayi harimau tersebut merupakan hasil perkawinan pasangan Kyai Batua (jantan) dan Sinta (betina). Menariknya, ini menjadi kelahiran pertama di Lampung dalam kategori ex situ atau di luar habitat alami.

Kisah di balik kelahiran ini tak lepas dari perjalanan pahit kedua induknya. Kyai Batua sebelumnya diselamatkan dari jerat pemburu liar di Desa Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada 2 Juli 2019. Akibat luka parah, kaki kanan depannya harus diamputasi, membuatnya mengalami cacat permanen.

Sementara itu, Sinta juga memiliki nasib serupa. Harimau betina ini ditemukan sebagai korban jerat pemburu liar di wilayah Bengkulu pada Desember 2024. Ia kehilangan kaki kanan belakang sebelum akhirnya dirawat intensif di Lembah Hijau Lampung.

Komisaris Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung, M Irwan Nasution menjelaskan, pasangan itu merupakan bagian dari program konservasi Kementerian Kehutanan melalui Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV tahun 2024/2025, bekerja sama dengan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia.

Dalam program tersebut, Kyai Batua tercatat dengan studbook ID 1886, sedangkan Sinta dengan ID 1998.

“Ini bukti nyata keberhasilan program konservasi Harimau Sumatera di Lembah Hijau Lampung. Tidak hanya menambah populasi, tetapi juga unik karena kedua induknya merupakan satwa dengan kondisi cacat akibat jerat,” ujar Irwan, Senin (4/5/2026).

Dia berharap kelahiran itu bisa meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian satwa liar yang kini terancam punah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Pihak Lembah Hijau juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, seperti BKSDA Bengkulu-Lampung, Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, serta PKBSI.

Menurut Irwan, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi tim penyelamat satwa, tenaga medis, dan pengelola konservasi.

Ke depan, Lembah Hijau Lampung berkomitmen memperkuat program konservasi, termasuk menyediakan fasilitas yang menyerupai habitat alami agar setiap individu Harimau Sumatera dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner