:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690619/original/084862300_1782751323-KT_Timoho__7_.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Yogyakarta - Urban farming merupakan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan di sekitar wilayah perkotaan. Di Yogyakarta, sudah banyak ditemukan kelompok tani di beberapa sudut kota. Mereka memanfaatkan lahan terbatas untuk bertani, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
Salah satunya dapat dijumpai di sebuah gang di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta. Di sana, warga sekitar memanfaatkan lahan terbatas sebagai lokasi berkebun. Agar kegiatan tersebut berjalan lebih rapi dan terstruktur, pada 2022 warga kemudian membentuk Kelompok Tani Timoho Ngeremboko.
Kebun Kelompok Tani Timoho Ngeremboko terletak di sepanjang gang kecil di Kelurahan Baciro, mengikuti aliran selokan yang membentang di gang tersebut. Memanfaatkan ruang di atas selokan, warga menata pot-pot tanaman yang terbuat dari galon bekas dan polybag, lalu menanaminya dengan sayur mayur. Sepanjang sekitar 1 kilometer, gang dan selokan ini pun berubah menjadi jalur hijau yang dipenuhi tanaman.
Awalnya, lahan tersebut dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman toga. Umiyanti (50), selaku ketua Kelompok Tani Timoho Ngeremboko, kemudian berbagi cerita mengenai perjalanan kelompok tani yang dikelolanya.
"Dulu sebenarnya sudah ada kelompok tani, cuman kan belum terorganisasi. Jadi masih tanamannya masih toga," kata Umi saat ditemui pada (21/6/2026).
Pembentukan Kepengurusan Setelah Mendapat Pendampingan PPL
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690620/original/068964500_1782751324-KT_Timoho__4_.jpg)
Perbesar
Kelompok Tani Timoho Ngeremboko mulai berkembang dan terorganisir dengan baik setelah mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Melalui penugasan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pihak dinas kemudian melakukan pendampingan.
Umiyanti mengungkapkan, pihak dinas mengadakan bimbingan teknis (bimtek) setelah melihat potensi lahan terbatas di salah satu gang Kelurahan Baciro tersebut dan menilai lokasi itu cocok untuk dikembangkan menjadi kelompok tani.
"Terus kita ada bimtek, terus kita dapat bantuan media, pupuk, bibit, macam-macam untuk ditanam di sini, khusus multikultural tanaman sayur," cerita Umiyanti sembari melihat lahan pertanian Kelompok Tani Timoho.
Petugas dari PPL memberikan masukan dan pendampingan, hingga akhirnya Kelompok Tani Timoho Ngeremboko resmi terbentuk.
Kegiatan Rutin Kelompok Tani Timoho Ngeremboko
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690621/original/060277300_1782751325-KT_Timoho__17_.jpg)
Perbesar
Kelompok Tani Timoho Ngeremboko memiliki kegiatan rutin yang dilakukan secara berkelanjutan. Setelah melakukan kegiatan menanam sayuran, beberapa minggu kemudian warga sudah dapat melakukan panen, terutama untuk jenis sayuran yang memiliki masa panen cepat.
"Kalau rutin sih ini Mbak, kita sebenarnya kegiatannya rutin. Kita berkelanjutan ya, misalnya hari ini menanam ini. Biasanya kalau tanaman semusim 3 minggu, misalnya sawi, kangkung," kata Umi
Tak hanya dimanfaatkan oleh anggota kelompok, hasil panen dari Kelompok Tani Timoho Ngeremboko juga dijual kepada warga sekitar meskipun mereka bukan bagian dari kelompok tani. Keberadaan kelompok tani ini turut mendukung ketahanan pangan warga.
"Jadi untuk panen, nanti kita panenin bareng-bareng. Terus nanti dijual ke warga, warga RW 19 khususnya. Udah nanti uang hasil panen itu kita putar buat beli pupuk. Karena kan kalau dilakukan di kota kan memang kendalanya media, pupuk," jelas Umi.
Selain kegiatan rutin menanam dan memanen sayuran, Kelompok Tani Timoho Ngeremboko juga memiliki kegiatan pengelolaan sampah melalui program bank sampah. Sampah rumah tangga seperti galon air bekas dimanfaatkan kembali sebagai media tanam atau pot.
"Jadi kita ada bank sampah juga. Jadi kita memang kolaborasinya dengan bank sampah. Pot-pot itu kita bikin dulu. Galon kita bikin pot seperti ini, kita cat," kata Umi sembari memperlihatkan pot untuk menanam sayuran.
Media tanam yang digunakan oleh Kelompok Tani Timoho Ngeremboko saat ini berfokus pada pemanfaatan galon bekas, polybag, dan wall planter sebagai solusi berkebun di lahan terbatas. Sementara itu, metode hidroponik belum diterapkan karena keterbatasan area.
Dari Lahan Sempit, Kini Hasilkan 15 Jenis Sayuran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690622/original/056437500_1782751326-KT_Timoho__8_.jpg)
Perbesar
Kelompok Tani Timoho Ngeremboko mengembangkan kegiatan berkebun dengan menanam sekitar 15 jenis sayuran. Hasil kebun tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar terlebih dahulu.
"Cabai, terong, tomat, kobus, kembang kol. Terus bawang merah, sawi, kangkung, macam-macam," kata Umi.
Kelompok Tani Timoho Ngeremboko kini dikelola oleh 15 orang anggota dengan 6 orang di antaranya sebagai anggota inti. Pertemuan rutin kelompok tani dilakukan setiap dua bulan sekali, sekaligus dapat berdiskusi dan mendapatkan pendampingan bersama PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan).
"Dua bulan sekali, khusus anggota. Anggota kelompok tani kita dua bulan sekali pertemuan nanti dengan PPL. Nanti kan ada evaluasi, program dari dinas apa," ungkap Umi.
Tak hanya membudidayakan sayuran, Kelompok Tani Timoho Ngeremboko juga mengembangkan kegiatan lain dengan beternak lele. Umiyanti mengungkapkan bahwa ke depannya kelompok tani tersebut berencana menambah jenis yaitu ternak ayam.
"Ayam belum, rencana ini. Kalau sayuran udah komplit Mbak ini," kata Umi saat ditanya mengenai rencana menambah jenis sayuran.
Mengolah Hasil Panen Menjadi Produk Bernilai Jual
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690623/original/055063300_1782751327-KT_Timoho__26_.jpg)
Perbesar
Sembari berjalan menyusuri gang di Kelurahan Baciro RW 19, Umi menceritakan bahwa Kelompok Tani Timoho Ngeremboko juga melakukan inovasi dengan mengolah hasil panen menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti dawet terong hingga basreng.
"Kita juga udah punya produk dawat dari terong. Jadi kita terus cari dari terong lainnya apa. Sama Basreng. Basreng ada varian bayam merah, seledri, sama cabai juga ada," kata Umi.
Untuk penjualan produk hasil tani, Kelompok Tani Timoho Ngeremboko menerapkan sistem PO (pre order). Selain itu, produk olahan hasil tani juga dipasarkan ketika terdapat acara atau event tertentu yang menjadi kesempatan memperkenalkan produknya.
"Kita masih PO. Sama kalau ada event-event itu, event pameran, kita baru ngelakuin produk kita. Ini dari kelurahan, ada event apa, terus pesen," kata Umi.
Mendapat Dukungan BRI Lewat Program BRInita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690624/original/065999400_1782751328-KT_Timoho__14_.jpg)
Perbesar
Kelompok Tani Timoho Ngeremboko mendapatkan dukungan dari BRI melalui program BRInita sejak akhir tahun 2025. Kelompok tani ini direkomendasikan oleh PPL setelah Ibu Dukuh Mrican yang juga ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican menanyakan kelompok tani mana yang dinilai baik dan layak untuk diberdayakan. Srikandi Mrican sendiri merupakan KWT yang telah lebih dulu sukses berkembang berkat program BRInita, sehingga rekomendasinya dinilai kredibel oleh PPL.
BRInita, atau BRI Bertani di Kota, merupakan program CSR dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui kegiatan pertanian perkotaan. Program ini memanfaatkan lahan terbatas atau lahan tidur di tengah kawasan padat penduduk untuk diubah menjadi ruang hijau sekaligus kebun sayur produktif, sembari memperkuat ketahanan pangan keluarga dan komunitas sekitar.
Setelah direkomendasikan, Kelompok Tani Timoho Ngeremboko mulai mendapatkan dukungan dari BRI melalui program tersebut. Mulai dari bantuan perbaikan lahan hingga penyediaan sumur untuk memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman.
"Langsung dari awal kan memang kita pengennya rak ya, Mbak. Kita minta rak, minta sumur juga," cerita Umiyanti.
Selain rak dan sumur, BRI juga membantu memenuhi kebutuhan Kelompok Tani Timoho berupa pupuk, media tanam, rumah bibit, dan posko. Posko Kelompok Tani Timoho terletak di depan gang RW 19, Kelurahan Baciro. Bentuk-bentuk dukungan fasilitas ini sejalan dengan salah satu pilar BRInita, yang disalurkan melalui BRI Peduli berupa penyediaan bibit, media tanam, edukasi penyemaian, hingga pendampingan saat panen bersama.
Setelah mendapatkan dukungan dari BRI melalui program BRInita, Umiyanti selaku ketua Kelompok Tani Timoho Ngeremboko mengungkapkan adanya sejumlah perubahan yang dirasakan.
"Jadi kan tanamannya otomatis lebih banyak, Mbak. Penataannya juga lebih rapi. Jadi kita terus semangat. Kita juga mau enggak mau harus lebih baik lagi," jelas Umi.
Manfaat yang Dirasakan Anggota Kelompok Tani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690625/original/068269200_1782751329-KT_Timoho__24_.jpg)
Perbesar
Daryanti, selaku bendahara Kelompok Tani Timoho Ngeremboko, mengungkapkan bahwa keberadaan kelompok tani ini memberikan banyak manfaat bagi dirinya dan warga sekitar. Salah satunya, dapat menanam hingga memanen sayuran untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus membeli.
Bagi Daryanti, hal ini menjadi salah satu bentuk kedaulatan pangan di tingkat keluarga. Di sini warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
"Manfaatnya, ya kita kalau pengen nyayur kan, bisa petik. Paling nggak kan kita yang nanam, kita yang berusaha," kata Daryanti di sela-sela sedang membereskan pot bunga.
Keberadaan kebun ini juga menunjukkan peran perempuan yang cukup besar dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Selain mengelola lahan, Daryanti juga biasanya menjual hasil panen dengan cara berkeliling sambil berjualan jamu. Beberapa jenis sayuran dijual dalam bentuk ikatan, sementara sebagian lainnya dikemas dalam ukuran setengah kilogram atau disesuaikan.
"Saya kan jualan jamu ini. Saya bawa gitu sekalian (hasil panennya)," jelas Daryanti.
BRInita Tersebar di 18 Wilayah di Indonesia
Mengutip unggahan Instagram BRI Regional Yogyakarta pada 10 April, melalui program BRI Peduli BRInita (BRI Bertani di Kota), BRI mendorong masyarakat, khususnya perempuan, untuk mengembangkan potensi lingkungan sekitar dengan memanfaatkan lahan terbatas menjadi lebih produktif dan bernilai.
Program ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat yang tersebar di 18 wilayah Indonesia. Melalui BRInita, masyarakat mengembangkan berbagai kegiatan mulai dari budidaya tanaman, pengolahan hasil panen, produksi pupuk organik, hingga pemberdayaan lingkungan yang banyak melibatkan perempuan.
Melansir laman Jadi Merchant BRI yang diunggah pada 24 April 2025, sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah memberikan manfaat kepada 1.160 jiwa dan berkontribusi terhadap peningkatan 20,16% Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya perempuan. Program ini juga menghasilkan 9.544,33 tanaman sayuran hasil panen serta 112 tanaman obat keluarga (Toga).
Selain mendukung ketahanan pangan, BRInita turut memberikan dampak bagi lingkungan melalui produksi 3.398,2 kg pupuk organik cair, 2.218 liter eco enzyme, 64 produk olahan pupuk, dan 80 kg maggot BSF.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa BRInita sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan akses pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk dukungan BRI dalam mendorong perempuan untuk berperan dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayah perkotaan.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8690047/original/090028700_1782750116-leker__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8733691/original/019102500_1782819008-PHOTO-2026-06-30-17-47-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689679/original/038437300_1782749382-LUSEE_bag_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8720550/original/068398200_1782813611-1001413604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8716611/original/022474600_1782811691-1001414073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715422/original/032542200_1782804522-79708.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715421/original/014994400_1782804520-02a0ee8b-e1c7-48b5-a392-73adaf978a88.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715324/original/019163700_1782800006-1001413478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8678118/original/096542800_1782724060-74596.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8710770/original/042933100_1782791056-1000888688.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8710069/original/043149700_1782789904-78571.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8709488/original/006740400_1782788913-1000891732.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8708918/original/001258200_1782787476-20260629_180005_0_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8706388/original/080451300_1782782384-74254.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8704616/original/098497800_1782779076-73594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8689112/original/032643500_1782748110-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_10.18.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8681508/original/050136900_1782731036-377002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8678667/original/048127700_1782725134-IMG_20260629_145001.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7100399/original/041417000_1779882669-685298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534028/original/002692300_1773806214-TKP_pria_di_Pringsewu__Lampung_ditemukan_tewas_gantung_diri_di_rumah_tunangannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/817544/original/014199200_1424873064-ilustrasi-begal-motor-5-150225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535084/original/074686700_1773912505-kebakaran_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522956/original/076087900_1772782406-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_13.49.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508796/original/004578600_1771600299-247987.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930874/original/077594600_1437123186-MENENTUKAN_HILAL_1_SYAWAL-TIM_RUKYATUL_HILAL-KEMBANGAN-JAKARTA-HELMI_AFFANDI-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515114/original/004720200_1772161679-Petugas_mengevakuasi_potongan_tubuh_dari_Pantai_Ketewel_Gianyar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533918/original/016565000_1773797149-20241222_120249.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4294815/original/095852200_1674030831-IMG-20220605-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534545/original/007615900_1773836670-1002515232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520014/original/055995200_1772604244-1001765701.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534426/original/056870900_1773823094-IMG-20260318-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533839/original/016596600_1773786483-57daaf38-d451-4234-8d6c-64db664b446c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519996/original/091474800_1772603509-DSC09646.JPG.jpeg)