Bukan Jakarta, Fajar Riza Ul Haq Rayakan Hari Lahir Pancasila di Bumi Multatuli

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq merayakan Hari Kelahiran Pancasila di Bumi Multatuli, Kabupaten Lebak, Banten. Fajar juga mengunjungi Museum Multatuli, yang berada di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, untuk mengingat semangat perjuangan membangun bangsa dan negara dari Banten Selatan tersebut.

Menurut Fajar Riza, Lebak memiliki semangat Pancasila, terutama sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab. Serta sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya pilih di Kabupaten Lebak ini karena ada makna sejarah dan sangat terkait erat dengan spirit Pancasila, terutama sila kedua dan sila kelima," ujar Fajar, Senin (1/6/2026).

Fajar menjelaskan Kabupaten Lebak identik dengan Multatuli yang memiliki karya sejarah Max Havelar. Nilai-nilai perjuangan yang dituliskan dalam berbagai karyanya telah menginspirasi banyak tokoh bangsa Indonesia di kemudian hari, untuk menegakkan keadilan serta melawan kolonialisme dan penjajahan.

Salah satunya mendirikan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah termasuk Lebak, yakni SR SMA 34.

"Saya ingin menegaskan komitmen Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sila kelima tersebut dalam konteks kebijakan negara yang lebih luas dan berpihak kepada rakyat," terangnya.

Semangat yang diwariskan Multatuli melalui karya-karyanya adalah semangat memanusiakan manusia, menegakkan keadilan dan melawan segala bentuk penindasan.

Semangat perjuangan itu yang dianggap Fajar membuat Prabowo mengeluarkan berbagai kebijakan, selain sekolah rakyat, ada juga makan bergizi gratis.

Meski tantangannya tak mudah, pemerintah terus mendorong pemerataan akses dan keadilan. Saat ini, ketertinggalan dalam pendidikan dan kesenjangan sosial merupakan tantangan besar yang dapat menghambat masa depan bangsa.

"Memperingati Hari Lahir Pancasila dari Lebak berarti membaca Pancasila dari sumber moralnya yang paling dalam, bahwa manusia harus dimuliakan, rakyat harus dilayani, dan negara harus hadir sebagai pelindung serta pengayom bagi semua," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner